Welcome Guys

Pengikut

Diberdayakan oleh Blogger.

Menjawab Tudingan Kristen (1): Soal Selisih Angka 49 Ribu dalam Al-Qur'an

Written By Ella on Rabu, 30 November 2011 | 13.18

Beberapa waktu lalu penulis mendapat pesan singkat dari seorang Kristen Advent yang mengaku jemaat Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMIH).
Mulanya ia bertanya, “Bapak ustadz yang saya hormati, saya ingin bertanya kepada bapak. Satu masa di hadapan Tuhan itu kadarnya sama dengan 1.000 tahun atau 50.000 tahun?”
Gayanya memang bertanya, tapi ternyata sekedar memancing dialog, karena motif aslinya memang menggugat Al-Qur'an sebagai kitab kontradiktif. Gaya bertanya seperti itu sudah sering penulis terima dari berbagai email.


Setelah pesan singkat dijawab, maka terjadilah dialog ‘gayung bersambug’ yang ujung-ujungnya terbukti, bahwa tujuan penanya Kristen adalah menggugat tiga ayat Al-Qur'an yang dianggap kontradiktif, yaitu surat Al-Ma'arij 4 dengan Al-Hajj 47 dan As-Sajdah 5.
Menurut mereka, ayat-ayat ini bertentangan, karena surat Al-Ma’arij 4 menyatakan satu hati Tuhan sama dengan 50.000 tahu, sedangkan surat Al-Hajj 47 dan As-Sajdah 5 menyatakan bahwa satu hari Tuhan sama dengan 1.000 tahun.
Bila berhasil membuktikan adanya kontradiksi ayat dalam Al-Qur'an, maka otomatis para penginjil itu berhasil menggugurkan otentisitas Al-Qur'an sebagai wahyu Allah SWT. Karena salah satu bukti Al-Qur'an Kalamullah adalah suci dari berbagai kontradiktif, sebagaimana firman-Nya:


“Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Qur’an? Kalau sekiranya Al-Qur’an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya” (Qs. An-Nisa’ 82).


Benarkah ayat-ayat Al-Qur'an tersebut kontradiktif? Sebelum menjawabnya, mari kita baca ayat yang dimaksud:
“Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun” (Qs Al-Ma'arij 4).


“Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu” (Qs Al-Hajj 47).


“Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu” (Qs As-Sajdah 5).


Bagi para penginjil, bilangan ayat-ayat tersebut bertentangan karena mata mereka hanya terfokus pada angka 50.000 dan 1.000.


Anggapan kontradiktif terhadap ayat-ayat Al-Qur'an ini nampak karena mereka membaca ayat secara tidak konsisten. Padahal bila dibaca secara cermat, ayat-ayat tersebut sama sekali tidak kontradiktif.


Mari kita perhatikan baik-baik dengan teliti! Surat Al-Ma'arij 4 menerangkan bahwa para malaikat dan Jibril naik (ta’ruju) menghadap Allah memakan waktu yang sangat singkat, tetapi jika dilakukan manusia akan memakan waktu 50.000 ribu tahun. Hal ini menunjukkan bahwa Arasy Allah itu sangat jauh dan tinggi, tidak akan dapat dicapai oleh hamba-hamba-Nya yang manapun.


Sedangkan Al-Hajj 47 dan As-Sajdah 5 menyatakan bahwa lamanya waktu sehari di sisi Allah jika disamakan dengan lamanya waktu di dunia menurut perhitungan manusia adalah 1.000 tahun. Perkataan seribu tahun dalam bahasa Arab tidak selamanya berarti 1000 dalam arti sebenarnya, tetapi kadang-kadang digunakan untuk menerangkan banyaknya sesuatu jumlah atau lamanya waktu yang diperlukan. Dalam ayat ini bilangan seribu itu digunakan untuk menyatakan lamanya waktu kehidupan alam semesta ini.


Kedua ayat ini sama sekali tidak bertentangan karena berbicara tentang dua tema yang berbeda. Hanya orang yang tak punya akal sehat saja yang menganggap dua ayat Al-Qur'an tersebut kontradiktif!


Kekeliruan bukan pada Al-Qur'an, tapi pada mata pikiran sesat dalam memandang Al-Qur'an secara tidak fair, sehingga mengakibatkan salah paham dan bahkan tersesat dari kebenaran!! 


A Ahmad Hizbullah MAG/suara-islam.com
Publikasi: voa-islam.com
13.18 | 0 komentar | Read More

Mahasiswa Kedokteran Tolak Teori Darwinisme

Written By Ella on Senin, 28 November 2011 | 20.24

Mahasiswa Muslim, termasuk calon dokter di salah satu program medis terkemuka di Inggris, memilih keluar dari ruang kuliah saat pembahasan teori evolusi. Mereka mengklaim hal itu bertentangan dengan ide-ide kreasionis yang disebutkan dalam Alquran.

Padahal di University College London tempat mereka belajar, teori Darwin merupakan bagian penting dari silabus.

Serupa dengan keyakinan yang diungkapkan oleh orang-orang Kristen fundamentalis, mahasiswa Muslim di kampus itu bersikeras mempertahankan pendapat bahwa Allah lah yang menciptakan dunia, manusia, dan semua spesies  dalam sebuah tindakan tunggal.

Steve Jones, profesor emeritus genetika manusia di University College London, telah mempertanyakan mengapa para mahasiswa tersebut belajar biologi jika hal itu bertentangan dengan keyakinan mereka.

"Mereka tidak datang [kuliah] atau mereka mengeluh tentang hal itu atau mereka mengirim catatan atau email mengatakan bahwa mereka tidak harus mempelajari hal ini. Saya tidak benar-benar memahaminya, saya tidak religius, mereka menolak gagasan bahwa ada suatu proses acak di luar sana di luar kehendak Tuhan," kata Jones.

Awal tahun ini Usama Hasan, iman dari masjid al-Tauhid di Leyton, menerima ancaman hukuman mati setelah berpendapat bahwa Darwinisme dan Islam mungkin kompatibel.

Sumber dalam kelompok Muslims4UK sebagian menyalahkan semakin populernya keyakinan penciptaan dalam Islam yang digagas penulis Turki, Harun Yahya. Ia menulis beberapa buku yang mencela Darwinisme.

Ahli biologi evolusioner dan profesor dari Oxford, Richard Dawkins, menyatakan keprihatinannya pada makin bertambahnya jumlah mahasiswa yang menolak teori darwin dan memilih tak mengikuti kuliah tentang teori evolusi.


Teori Darwin atau teori-teori yang bertentangan dengan Al Qur'an cocok dengan kehendak setan. Ia kekufuran bukan Islam dan membuang Allah sebagai pencipta, lalu tiada pencipta. Bahkan tiada Allah tapi ada dunia seisinya. Ia mirip dengan doktrin PKI yang anti Islam. Berdustalah Darwin dan benarlah Allah sebagaimana ayat:

اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ وَأَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَكُمْ وَسَخَّرَ لَكُمُ الْفُلْكَ لِتَجْرِيَ فِي الْبَحْرِ بِأَمْرِهِ 





وَسَخَّرَ لَكُمُ الْأَنْهَارَ                

Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit, kemudian Dia mengeluarkan dengan air hujan itu berbagai buah-buahan menjadi rezki untukmu, dan Dia telah menundukkan bahtera bagimu supaya bahtera itu berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu sungai-sungai.(Surah Ibrahim 22)
20.24 | 0 komentar | Read More

Syiah Ingin Merebut Ka'bah, Masjidil Haram dan Medinah


Slogan-slogan menentang keluarga kerajaan telah menghiasi dinding-dinding di jantung kota Syiah di timur Arab Saudi, lokasi bentrokan mematikan demonstran syiah dengan pasukan keamanan, seorang fotografer AFP melaporkan Jumat kemarin (25/11).




"Keluarga Al-Saud yang berkuasa harus bertanggung jawab atas darah para martir", "Turunkan Muhammad bin Fahd bin Abdul Aziz", gubernur Provinsi Timur kerajaan, ditulis di jalan-jalan kota Al-Qatif.







Pasukan keamanan menjaga pintu masuk dan melakukan patroli di al-Qatib, meskipun tidak ada insiden yang dilaporkan selama kunjungan yang diselenggarakan oleh pemerintah Saudi bagi wartawan yang berbasis di Riyadh.Menurut pihak berwenang dan sumber medis, empat orang ditembak mati dalam kerusuhan sejak hari Minggu lalu di wilayah timur yang didominasi Syiah Saudi.




Pangeran Muhammad bin Fahd telah berjanji bahwa kementerian dalam negeri akan menyelidiki insiden kematian tersebut.




Pada hari Jumat kemarin, ulama Syiah dalam khutbah jumatnya menyerukan pihak berwenang untuk bersikap lunak terhadap komunitas mereka, yang sering mengeluh karena terpinggirkan di negara kaya minyak Teluk tersebut.




"Pemerintah diminta untuk membuat isyarat peredaan untuk mengakhiri diskriminasi sehingga bisa menyembuhkan luka kami," kata Syaikh Hassan Saar, seorang ulama Syiah.




Namun, Mufti Arab Saudi Syaikh Abdul Aziz Al-Syaikh, dikutip dalam surat kabar Okaz, menuduh bahwa "para pengacau dari Al-Qatif dilakukan oleh sebuah geng yang mengambil perintah dari luar negeri," sebagai kiasan untuk menyebut Syiah Iran.




Di Iran, seorang ulama senior Syiah yang berhaluan keras mengatakan pada Jumat kemarin bahwa dinasti Al-Saud harus menyerahkan kekuasaan, semberi memberi peringatan bahwa nasib raja Abdullah akan digulinggkan seperti Hosni Mubarak.




"Anda harus menyerahkan kekuasaan dan memberikannya kepada rakyat. Mereka akan membentuk pemerintahan rakyat," kata Ayatollah Ahmad Jannati dalam khutbah jumat di Universitas Teheran.(fq/afp)




Sumber: http://www.eramuslim.com/berita/dunia/grafiti-anti-kerajaan-hiasi-dinding-dinding-di-kota-syiah-sebelah-timur-saudi.htm




Judul asli: Grafiti Anti-Kerajaan Hiasi Dinding-Dinding di Kota Syiah Sebelah Timur Saudi



Sejak dulu, bukan sekarang saja, kaum syi`ah ingin menguasai kota Mekkah dan Medinah, mulai  dari revolosi Iran dimana mahasiswa Iran saat itu membawa poster Ka`bah  dengan dua senapan di bawahnya yang memberikan isarat bahwa revolosi Iran takkah berhenti tapi berjalan terus hingga ke Ka`bah. 





Bila benar, Syi`ah berkuasa di sana, maka kesyirikan bukan tauhid yang berada di Iran akan di expor ke Mekkah dan Medinah. Ritual Asyuro yang melukai tubuh lalu mengeluarkan darah segar akan banyak di lakukan di sekitar Ka`bah dan kuburan Nabi. Lalu kuburan akan ramai dan masjid akan sunyi sebagaimana di Iran, orang – orang akan ramai melaknat Abu bakar dan Umar. Syi`ah ingin rebut Ka`bah, Masjidil haram, Masjid Medinah sebagaimana Yahudi merebut masjidil aqsha.




11.30 | 0 komentar | Read More
 
berita unik