Welcome Guys

Pengikut

Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Aneh dan Unik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aneh dan Unik. Tampilkan semua postingan

5 Mall Terkeren Di Dunia

Written By Ella on Jumat, 13 Januari 2012 | 12.01

Saat ini mal telah menjadi tempat multifungsi, dari mulai belanja hingga rekreasi. Namun, pernahkah Anda membayangkan mal yang dilengkapi dengan danau buatan dan akuarium terbesar?



Ini mal paling megah di dunia yang dikutip dari businessinsider.
1. The Dubai Mall







Mal ini memiliki luas area 350.244 meter persegi. Dubai Mall adalah mal terbesar di dunia dengan total area 1.124 juta meter persegi. Mal ini dibuka pada 2008, memiliki 1.200 toko dan dilengkapi sebuah akuarium besar yang mendapatkan rekor dari Guinness World Records, sebagai panel dari acrylic terbesar.

Mal ini juga dilengkapi arena ice skating, 2.500 kamar mewah, 22 layar bioskop, dan 120 restoran serta kafe. Mal ini juga memiliki konsep mal dalam mal, dengan masing-masing konsep berbeda seperti Gold Souk, Fashion Island, The Grove, dan atap yang bisa ditarik outdoor atau indoor.





2. West Edmonton Mall di Edmonton, Alberta, Kanada.







Mal ini terbesar ke-5 di dunia dan terbesar di Amerika Utara. Fasilitas water park indoor-nya terbesar dan memiliki kolam ombak terbesar di dunia.



Dibangun pada 1981, mal ini memiliki lebih dari 800 toko dan jasa serta parkir untuk lebih dari 20.000 kendaraan.



Mal ini juga memiliki beberapa tema seperti Bourbon Street (klub dan restoran bergaya New Orleans), Europa Boulevard, dan Chinatown.



Pusat perbelanjaan ini memiliki taman yang disebut Galaxyland dan dilengkapi sejumlah atraksi termasuk roller coaster. Menariknya, mal ini juga dilengkapi dengan danau indoor, yang merupakan rumah bagi empat singa laut dan replika dari Santa Maria. Mal ini juga memiliki sebuah hotel, ruangan menembak dalam ruangan, kebun binatang, makan malam teater, bioskop, dan empat stasiun radio.





3. GPO, Melbourne

 


GPO Melbourne


Bangunan ini merupakan sebuah kantor pos tua, singkatan dari General Post Office (GPO). Bangunan ini menjadi salah satu arsitektur paling terkenal di Australia. GPO yang berdiri mulai digunakan menjadi mal pada 1907-1993. Pada 2004 diubah menjadi pusat perbelanjaan. Terdapat 50 toko dalam tiga lantai.





4. Wafi Mall, Dubai


 
Wafi Mall, Dubai


Luas bangunan ini 79.989 meter persegi. Seluruhnya bertema mesir kuno, termasuk taman dan restorannya berbentuk piramid. Mal ini memiliki reputasi sebagai salah satu mal berkelas di Dubai.



Terletak di dalam kompleks Kota Mesir dengan tema Wafi City Mall. Dibuka pada 2001 dan berisi 1.000 ruang parkir tertutup serta lebih dari 350 toko di lima lantai. Dilengkapi dengan butik (Marks & Spencer, Topshop, La Senza), restoran, kawasan taman hiburan (Encounter Zone), ruangan bawah tanah bertema Arab (Khan Murjan), dan spa (Cleopatra Spa).



5. Tokyo Midtown




Tokyo Midtown


Bangunan seluas 73.021 meter persegi ini terletak di jantung area mix development di Tokyo sekitar 566.708 meter persegi.



Proyek senilai US$3 miliar itu termasuk perkantoran, perumahan, hotel, pertokoan, dan tempat rekreasi, sekaligus menjadi bangunan tertinggi di Tokyo. Bangunan ini juga terdapat Suntoory Museum of Art.



Artikel ini diAmbil Dari => http://haxims.blogspot.com/
12.01 | 0 komentar | Read More

Bantal Ajaib Pengobat Rindu

Written By Ella on Selasa, 22 November 2011 | 16.17




 


 


Bagi Anda yang menjalani long
distance relationship (LDR) alias hubungan jarak jauh, alat yang satu
ini akan membantu menghilangkan rasa rindu pada pasangan. Sepintas,
alat ini nyaris sama dengan bantal yang biasa digunakan untuk tidur.
Tapi bantal yang dinamai Pillow Talk ini akan mengeluarkan cahaya dan
suara denyut jantung setiap kali pasangan Anda berbaring di atasnya. 


 







Seperti dicatat Jezebel, bantal ini terhubung secara wireless dengan
cincin khusus yang mendeteksi detak jantung pemakainya. Saat cincin
digunakan dan Anda mulai berbaring di atas bantal, bantal milik
pasangan Anda yang jauh di sana akan mengeluarkan cahaya dan suara
detak jantung Anda. Begitu juga sebaliknya. Saat si dia memakai
cincinnya dan bersiap untuk tidur, lampu sensor di dalamnya akan
menyala dan mengeluarkan bunyi detak jantungnya.


 





“Jika Anda meletakkan kepala di atas bantal, Anda akan mendengar detak
jantung pasangan secara real-time,” ujar Joanna Montgomery, penemu
bantal inovatif ini, seperti dikutip Huffington Post. Tapi jika Anda
tergolong pengidap insomnia atau mudah terbangun di malam hari,
disarankan untuk tidak menggunakan Pillow Talk. Alih-alih membayangkan
tidur lelap di pelukan si dia, tidur Anda justru tidak akan nyenyak
karena terganggu suara detakan jantung yang keluar dari bantal. 

16.17 | 0 komentar | Read More

Green School, Sekolah Hijau di Bali yang Telah Mendunia

Written By Ella on Sabtu, 22 Januari 2011 | 13.56

Inilah Green School dari Bali Yang Terkenal Di Dunia Karena Ramah Lingkungan

Selama pembangunannya, hanya bambu, rumput gajah dan tanah liat yang dipergunakan. Semen digunakan hanya di beberapa tempat di yayasan. Pusat dan bangunan yang paling penting adalah "jantung sekolah." Ini mungkin merupakan gedung terbesar di dunia yang dibangun sepenuhnya dari bambu.



Dengan tinggi 18 meter dan luas 64 meter, area sekolahnya mencakup berbagai struktur: gedung apartemen, ruang kelas, gedung kantor, dan kafe. Sekolah ini mendapatkan listrik dari sumber ramah lingkungan: generator turbin air dan panel surya . Terobosan untuk meminimalisir pencemaran dunia yang patut diacungi jempol ...


Selamat datang di Green School  Bali, Indonesia. Sebuah bangunan sekolah yang akan memberikan pendidikan tentang lingkungan hidup yang menakjubkan dengan metode pendidikan berbasis holistik.



Referensi Lain:



Indonesia yang masuk dalam jajaran Negara paling berpolusi no 3 sedunia, setidaknya boleh berbangga hati. Di tengah – tengah mirisnya pendidikan di negeri ini, sebuah inovasi baru di bidang pendidikan Indonesia hadir di Bali, jantung pariwisata negeri kita.


Green School – Kul- Kul Campus. Yang terletak di desa Sibang Kaja, 30 km daei pusat kota Denpasar. Sebuah sekolah unik yang digagas oleh John Hardy, seorang desainer dan pengusaha jewelry yang sukses.


Sekolah unik nan ajaib ini merupakan satu – satu-nya sekolah di dunia yang bangunannya terbuat dari batang bamboo yang ramah lingkungan. Pendingin udaranya tidak lagi memakai Ac, melainkan kincir angin melalui terowongan bawah tanah. Tenaga listiknya menggunakan bio-gas yang terbuat dari kotoran hewan untuk menyalakan kompor. Tambak udang tempat budidaya, sekaligus peternakan sapi. Ditambah lagi arena olahraga, laboratorium, perpustakaan, dll.


Kemudian yang takalah uniknya adalah jembatan bamboo yang membentang di tengah – tengah sekolah, yang dibawahnya mengalir sungai Ayung. Benar – benar alam ??? Yup… memang itulah salah satu visi dan juga kelebihan sekolah ini… INTERAKSI DENGAN ALAM…


Para murid diajarkan untuk dekat dengan alam, mulai dari cara menanam padi, memproduksi coklat sendiri. Semua itu tak lepas dari harapan agar murid – murid mereka mengerti tentang berbagai hal dalam kehidupan, dan mampu menjadi pemimpin di dunia yang selalu berubah dan menantang ini.


Pendeknya, mereka-para pelajar-akan tahu segala hal dari organic gardening hingga mendesain website, dari menjalankan bisnis kecil hingga menekan emisi karbon, menjadi orang yang membanggakan dan dapat dipercaya mengelola kehidupan dengan lebih baik, di tengah krisis bumi ini.


Harganya ?? jangan ditanya… . Orang tua yang mampu menyiapkan uang untuk registrasi $ 500, Uang bangunan tahunan $ 950 dan buat grade I-VI uang sekolahnya setahun $ 7.950 adalah syarat untuk menyekolahkan anaknya di Green School Bali, tidaklah heran bila murid – muridnya sendiri lebih banyak terdiri dari kaum ekspatriat dan orang asing


Meski begitu, Green School menyediakan beasiswa pendidikan, maklum… sekolah ini baru berdiri 2 bulan lalu.


Di sisi yang lain seharusnya keberadaan Green School menginspirasi pemerintah dan swasta membuat sekolah yang mirip namun lebih affordable dalam biaya.


Bukan apa, sebagai anak negeri, miris rasanya melihat anak – anak bule yang terkenal bersih itu mau bermain – main dengan lumpur dan duduk lesehan di atas tikar, kemudian mampu bercocok tanam, menanam padi, dan membudidayakan udang. Sedangkan kita ? masuk ke lumpur saja mungkin tidak pernah, apalagi menanam padi ? padahal bercocok tanam merupakan identitas bangsa kita sebagai negara agraris.


Andaikata sekolah di negeri ini seperti Green School, mungkin tidak akan ada lagi yang namanya illegal logging, dan pembabatan hutan secara liar, karena sejak kecil mereka telah diajarkan bagaimana cara mencintai alam
















 


  
 




































source: http://danish56.blogspot.com/2011/01/inilah-green-school-dari-bali-yang.html

shvoong



13.56 | 0 komentar | Read More

Kisah Mantan Miliyader Yang Kini Jadi Penjual Siomay

Written By Ella on Kamis, 20 Januari 2011 | 15.09

Jalan hidup tak bisa ditebak. Sriyono, seorang mantan miliarder, kini berjualan siomay keliling. Namun, berkat penampilannya yang eksentrik, predikat miliarder itu tampaknya bakal kembali disandangnya.







Menjadi penjual siomay keliling dengan pakaian dan aksesori serba pink membuat Sriyono terkenal, terutama di dunia maya. Mantan miliarder itu juga pernah menjadi bintang tamu di sebuah stasiun televisi. Bahkan, ada yang menawari bermain sinetron. Semua itu dia lakukan demi bisa bertemu anaknya.



Minggu lalu (16/1) INDOPOS menelusuri rute jualan Sriyono di kawasan kelas menengah ke atas di Jalan Gandaria Tengah, Jakarta Selatan, tak ada orang yang tahu namanya. Tapi, ketika disebut nama Siomay Pink (barang dagangan Sriyono), kebanyakan warga yang ditemui mengenali. Mulai sopir bemo, satpam, tukang ojek, hingga anak-anak.



Siomay Pink juga menjadi identitas pria asal Klaten, Jawa Tengah, itu di dunia maya. Mesin pencari Google menyebut 83.500 hasil yang merujuk pada usaha siomay yang dijalankan Sriyono sambil berkeliling di atas sepeda pink.



Sriyono menjadi topik hangat di kalangan komunitas entrepreneur. Sebab, selain berjualan dengan kostum dan perlengkapan mencolok serbapink, kegigihannya dalam berwirausaha menjadi inspirasi tersendiri.





’’Mungkin karena saya dianggap nyentrik. Itu saja. Tapi, entahlah, saya nikmati saja momen-momen ini,’’ ujarnya sambil melayani pelanggan. Dia pun meracik bumbu siomay dari panci pink yang terikat di belakang sepeda pink yang telah dimodifikasi dengan sejumlah kotak kayu yang juga berwarna pink. Di depan sepeda itu terdapat dua keranjang pink dengan dua teddy bear pink terduduk di dalamnya.



Sriyono juga mengenakan kaus pink, bercelana pendek pink, topi pink, serta jam dan bahkan anting pink Namun, di balik penampilan nyentrik itu, tersimpan kisah perjuangan hidup yang cukup berliku.







Kisah sukses Sriyono dimulai pada 1969 ketika pria kelahiran Klaten, 21 Juli 1954, tersebut merantau ke Jakarta untuk menjadi sales mobil. Ketika itu, tiba-tiba saja dia sangat gemar pada siomay dan memutuskan untuk belajar cara membuat makanan itu. Dia lantas berguru pada seorang keturunan Tiongkok asal Pulau Bangka.



Dialah yang mengajari Sriyono membuat siomay. Setahun penuh Sriyono bekerja tanpa digaji untuk mendapatkan resep rahasia sang penjual siomay itu. Beberapa tahun kemudian, sang guru meninggal dan mewariskan usaha Siomay kepada Sriyono. Pada 1980-an, Sriyono memberanikan diri memulai usaha siomay keliling di Jakarta dengan modal patungan dengan beberapa teman.



Berbagai cara ditempuh untuk membesarkan usaha tersebut. Mulai membikin armada siomay sepeda keliling sampai mendirikan warung-warung kecil. Puncak sukses diraih pada 1996 ketika dirinya berhasil membuat outlet di salah satu mal elite di ibu kota, yakni Plaza Senayan.



Sriyono adalah pendiri dan pemilik outlet Siomay Senayan dengan beberapa cabang. Pendapatan bisnisnya ketika itu mencapai Rp 2 miliar per tahun. Dia menikmati sukses berjualan siomay dengan berstatus bujangan. Sriyono mengenang, tinggal di ibu kota dengan duit melimpah ketika itu bagai hidup di surga.



Bahkan, bisnisnya sangat kuat sehingga ketika krisis 1998 menerpa modalnya tidak berkurang. Tapi, dia justru masih bisa mendirikan outlet di beberapa tempat lain. April 1999, Sriyono memutuskan untuk mengakhiri masa lajang dan menikahi putri seorang polisi.



Pernikahan yang tidak direstui orang tua sang istri itu kemudian menjadi bom waktu bagi kehidupan Sriyono. Pertengkaran demi pertengkaran pun terus muncul sehingga konsentrasi Sriyono pada bisnisnya mulai berkurang.



Ketika itu, dia menjadi satu-satunya pengusaha siomay yang meneken kontrak dengan gerai waralaba Kentucky Fried Chicken (KFC). Dia menyuplai siomay di puluhan gerai KFC di Jakarta yang ketika itu memiliki menu khusus siomay.



Namun, persoalan rumah tangga yang tak kunjung selesai pelan-pelan membuat manajemen bisnisnya kolaps. Akhirnya, Sriyono terpaksa menjual hak paten Siomay Senayan dan usahanya pun gulung tikar. Awal 2004, setelah 4 tahun 7 bulan berumah tangga dan dikarunia dua anak, yakni Peksi Safira Miradalita (kini 11 tahun) dan Pramesti Dewi Angelita (kini 10 tahun), sang istri menggugat cerai Sriyono. ’’Saya ingat. (Saat itu) hanya baju yang melekat di badan yang saya miliki,’’ kenangnya sambil menerawang.



Setelah perceraian, sang istri kemudian mengasingkan diri dan membawa serta dua anak Sriyono. Sejak itu dia pun tidak pernah lagi bertemu dua buah hatinya. Dalam kondisi bangkrut, Sriyono sempat ditampung mantan rekan-rekan bisnisnya.



Dia pun sempat mendapat bantuan modal dan berusaha merintis lagi usaha siomay kelilingnya mulai nol dengan konsep awal, yakni belasan armada siomay keliling. Tapi, pada 2008, usaha itu lagi-lagi bangkrut. ’’Saya selalu ingat anak saya dan rindu yang tidak tertahan membuat saya sulit berkonsentrasi,’’ katanya. Kegagalan kali ini membuat Sriyono tertekan.



Dia pun memilih menjadi gelandangan dan tinggal di jalanan kotakota Jakarta. Tiap malam, dia tidur berpindah- pindah, dari halte bus ke kolong jembatan dan dari pinggir jalan ke masjidmasjid. Hingga 2009, Sriyono memilih menetap di Masjid Al Bina di kawasan Senayan.



Setelah beberapa minggu tinggal di sana, tiba-tiba dia mendapat bantuan modal dari seorang jamaah pengajian yang mengetahui latar belakang dirinya sebagai pengusaha siomay. ’’Waktu itu saya diberi modal Rp 1 juta untuk memulai bisnis lagi,’’ katanya.



Awal 2010, Sriyono pun sudah memiliki gerai siomay di mal Pasaraya Blok M yang bernama Siomay Maestro. Namun, lagi-lagi karena tinggal kesepian dan rindu kepada dua buah hatinya, konsentrasinya dalam berbisnis terganggu. Dia pun kembali bangkrut. Sampai saat ini, Sriyono masih berutang kepada manajemen Pasaraya Rp 13 juta.



Di ambang keputusasaan, sebulan menjelang bulan puasa 2010, dia memutar otak dan mendapat ide brilian. Yakni, kembali memulai usaha siomay keliling, tapi dengan tampilan yang eksentrik.



Diharapkan, ketika dia menjadi eksentrik, sang anak akan mengetahui dan dirinya dapat bersua dua buah hatinya setelah lima tahun berpisah tanpa kabar itu. Sriyono pun memutuskan mengenakan warna pink sebagai seragam berjualan. Pernak-pernik pink pun dikenakan untuk berdagang keliling.



Dia juga berusaha tampil di setiap momentum di mana publik Jakarta banyak yang berkumpul. Sriyono akhirnya dijuluki ’’maskot’’ dalam even Hari Bebas Kendaraan alias Car Free Day yang diberlakukan sebulan sekali di jalan protokol Jakarta. ’’Semakin banyak orang yang kenal saya, kesempatan untuk bertemu kembali dengan anak saya semakin besar,’’ katanya.



Tapi, usaha tampil nyeleneh itu tidak semudah yang dia bayangkan. Setiap hari, bahkan sampai sekarang, Sriyono harus rela menjadi bahan ejekan orang-orang yang lewat. Tak jarang perkataan mereka sangat pedas dan menusuk hati. Tak sedikit yang mengira Sriyono adalah seorang waria yang nyambi berjualan siomay saat siang dan ’’berpraktik’’ saat malam.



Tapi, demi menemukan sang anak, hinaan dan cacian itu ditanggapi dengan se-nyum dan hati ikhlas. Bahkan, kini dia sudah memiliki 34 kaus pink, 18 pasang sandal pink, 12 topi pink, 3 jam pink, 3 pasang kacamata pink, kalung pink braces, anting-anting pink, dan tiga pasang sepatu pink.



Upaya tampil eksentrik itu membuahkan hasil ketika dirinya muncul sebagai topik di Twitter dan BlackBerry Messenger. Popularitasnya menanjak ketika kisah usahanya dipublikasikan di situs kaskus.us.



Pertengahan Desember 2010, sebuah koran berbahasa Inggris di Jakarta memuat foto Sriyono dengan full aksesori pink. Hasilnya, pekan lalu, awal Januari 2010, sebuah televisi nasional berhasil mempertemukan Sriyono dengan sang anak.



’’Waktu itu, rasa senangnya tak terhingga. Saya bersyukur mereka mengakui saya sebagai bapak, walaupun mereka memiliki ayah tiri warga Inggris yang kaya,’’ ujarnya, kali ini sambil terisak.



Tampil di televisi mendatangkan keuntungan bagi usaha Sriyono. Dalam dua pekan terakhir, omzet berjualan keliling yang biasanya hanya Rp 200 ribu per hari naik lima kali lipat menjadi Rp 1 juta per hari. Banyak pesanan dalam jumlah besar sehingga pendapatan berjualan berkeliling terdongkrak. Sejak pekan lalu, seorang pengusaha getol menawari Sriyono untuk membuka franchise siomay Yo Pink di beberapa lokasi di Jakarta.



Dia juga mendapat tawaran untuk bermain sinetron. Rundown jadwal casting oleh sebuah rumah produksi juga sudah di tangannya. Lalu, apa yang akan dilakukan sekarang? Sriyono menyatakan, dirinya masih berencana meneruskan usaha berjualan dan akan membuka warung kecil di Jalan Otto Iskandar Muda, Jakarta. Dia fokus meraih sukses lagi dengan Siomay Yo Pink itu.



’’Saya ingin anak saya bangga dengan bapaknya si penjual siomay berkaus pink ini. Saya akan bangkit demi putri-putri saya,’’ ujarnya lantas tersenyum.


15.09 | 0 komentar | Read More

Rumah-Rumah Ramping Di Dunia

Written By Ella on Rabu, 19 Januari 2011 | 15.32

Rumah Mini ini berlokasi di Toronto. Rumah ini sudah memiliki fasilitas yang lengkap, ada ruang keluarga, dapur, dan juga kamar tidurnya. Seluruh rumah ini berdiri pada lahan yang lebarnya 7.25 kaki dan panjangnya pun hanya 113.67 kaki. Tapi, jangan dianggap remeh, rumah ini dijual dengan harga $173,000.







Apa sih yang bakal dilakukan dengan rumah yang hanya berukuran segini..??






Nah, kalau rumah di bawah ini berlokasi di amsterdam, bener - bener aneh, mungkin rumah ini paling tipis sedunia...







Kalau yang di bawah ini alamatnya di Zur Wage 1273, Konstanz, Jerman...






Nah, rumah perak di bawah ini yang desain Boyarsky Murphy dan dibangun di atas tempat penyimpanan wine yang bakalan disajikan di sebuah pub. Dari jalanan aja udah kelihatan kecil banget, dengan lebar cuma 3 meter dan tinggi 8 meter, emang kelihatan kecil banget, soalnya tetangganya aja gede - gede rumahnya... 






Nah, kembali ke toronto lagi nih, rumah kecil nan indah ini yang desain Drew Mandel.




Dari toronto, kita keluar benua. Kali ini, rumah yang di desain oleh Shuhei Endo ini terlihat mungil banget dan terletak di bukit... Nggak takut longsor pak..??




Dari Osaka, Jepun.




Di Paris, Prancisss.




Nagasaki , Jepun.






Nah, gedung yang berada di samping kiri ini biasa disebut “Capsule Hotel”. Hotel itu berlokasi di sekitar perempatan Daimon, Stasiun Hamamatsucho, Tokyo, Jepang. DI indonesia mungkin stasiun solo balapan... 




London, Inggris.




Charleston, SC.






Yang di bawah ini hanya 1 meter lo lebarnya, sedangkan tingginya 10 meter. Adanya di Bahia Brazil...














Mini mini banget rumahnya... 
15.32 | 0 komentar | Read More
 
berita unik