Welcome Guys

Pengikut

Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan

Kisah Cinta Tak Selalu seperti di Film

Written By Ella on Sabtu, 11 Desember 2010 | 08.09

Tak semua kisah berakhir seperti kisah Cinderella yang berakhir bahagia dan bahagia selalu. Setiap orang punya kisah-kisah cintanya sendiri. Berikut adalah beberapa kisah cinta menyakitkan yang sering terjadi.



* Berawal dari Patah Hati
Cirinya: Anda menganggap dia sebagai pengalih perhatian dari rasa sedih akibat patah hati, atau hanya untuk menunjukkan pada si mantan bahwa Anda bisa mendapatkan penggantinya dengan cepat. Cinta ini potensial gagal karena kebanyakan orang yang baru patah hati sering kali belum bisa melupakan cinta masa lalunya. Tunggu beberapa waktu hingga Anda atau dia siap dan telah membuka hati untuk cinta yang baru.


* You're My Idol
Cirinya: Anda menjalin hubungan dengan seseorang yang Anda idolakan. Mungkin dia seseorang yang sangat populer. Mengapa hubungan seperti ini tidak akan bertahan lama karena biasanya sejak awal Anda sudah memiliki ekspektasi atau harapan yang begitu tinggi terhadap pasangan. Nah, begitu pada kenyataannya dia tidak sesempurna yang Anda bayangkan, Anda merasa kecewa. Ketika kekecewaan itu terus berulang, akan membuat hubungan menjadi ringkih dan sulit dipertahankan. Maka dari itu, jalinlah hubungan dengan seseorang yang memiliki chemistry sama, bukan karena Anda mengidolakannya.


* Bertepuk Sebelah Tangan
Cirinya: Anda rela melakukan apa pun demi mempertahankan hubungan Anda dengannya. Berkorban perasaan pun rela Anda lakukan demi si dia tidak meninggalkan Anda. Hubungan seperti ini tentunya tidak sehat. Bisa jadi, kebaikan dan perhatian Anda justru akan dimanfaatkan oleh pasangan, atau Anda akan bersikap terlalu posesif padanya. Nah, hubungan seperti ini tentu tak akan berjalan dengan baik dan takkan membuat Anda bahagia.


* Love Affair
Cirinya: Anda menjalin hubungan ketika Anda atau si dia sudah memiliki pasangan. Mengapa cinta seperti ini tidak akan berhasil karena ada perasaan orang lain yang tersakiti. Hal ini tidak sehat. Belum lagi kebohongan dan pengkhianatan yang mewarnai hubungan seperti ini. Tak ada yang bisa menjamin bahwa ia akan selamanya setia pada Anda. Orang yang pernah memutuskan untuk terlibat perselingkuhan biasanya cenderung akan mengulangi perbuatannya pada pasangan barunya.


* Cinta Lokasi
Cirinya: Anda mengenalnya di suatu tempat, di mana Anda dan dia sama-sama sedang menyingkir dari kesibukan dan rutinitas. Mengapa cinta seperti ini tidak bertahan lama karena Anda dan dia sedang terjebak dalam suasana santai yang sifatnya sementara. Bisa jadi getar-getar itu hilang begitu Anda kembali pada rutinitas. Perkenalan yang terlalu singkat juga membuat Anda dan dia tak cukup saling mengenal diri masing-masing. Kenali dulu karakternya, baru Anda nyatakan cinta.


Lalu seperti apa cinta kalian berawal, yang pasti kisah cinta dalam perjalanan waktu tentu memang tak seindah yang digambarkan di film, namun itikad baik serta memilih pasangan yang sekufu dengan kita, hal inilah yang bisa menjadikan kisah cinta seseorang menjadi lebih langgeng dan tahan lama.




08.09 | 0 komentar | Read More

Cinta Apakah Harus Memiliki ?

Written By Ella on Sabtu, 16 Oktober 2010 | 22.21

Mengawali postingan artikel berikut, aku jadi teringat pada kata yang seringkali kita dengar bahwa cinta itu tak selalu harus memiliki. 
Seringkali pertanyaan itu terngiang dalam fikiranku, apakah cinta itu harus saling memiliki atau enggak ya ?
Dan setelah melalui pergulatan pemikiran dan perenungan serta menilai dari beberapa pengalaman baik pengalaman pribadi maupun pengalaman yang di dapat dari cerita teman-teman serta orang-orang yang terlibat cinta dan asmara, maka saya berkesimpulan bahwa mencintai dan memiliki adalah suatu hal yang berbeda. Kira-kira bedanya dimana ya?


Begini sob...kalau menurut saya pribadi bukan dari hasil survey ataupun metode penelitian yang valid, mencintai dan memiliki merupakan hal yang berbeda. 
Cinta adalah rasa, dan mencintai adalah suatu hal yang manusiawi dan merupakan kodrat manusia. Sedangkan memiliki (dalam artian satu ikatan pernikahan) maka itu semua adalah mutlak ditentukan oleh Allah SWT sebagai Sang Pemilik dan Pengatur seluruh jagat raya dan seisinya. 


Kadang kala sering kita menemui orang yang patah hati, strees, bahkan nekat bunuh diri gara-gara cintanya tak kesampaian. Cinta yang disertai keinginan untuk memiliki atau harapan agar bersama dengan orang yang kita cintai itu merupakan hal yang wajar-wajar saja selama keinginan itu pada batas yang tentu saja bahwa di atas semua keinginan serta harapan kita ada Sang Khalik yang telah menakdirkan siapa yang akan menjadi jodoh kita nanti. Tetapi akan menjadi sangat menderita batin seseorang, jika mencintai diikuti obsesi untuk dapat memiliki orang yang dicintai tersebut. Inilah yang namanya cinta obsesif, cinta yang bukanlah lagi merupakan perasaan yang indah namun cinta yang seperti ini telah menjadikan sang pecinta menjadi menderita batinnya ketika tidak dapat memiliki orang yang dicintainya, ibarat kisah cinta Layla dan Majnun.


Memang tidaklah mudah untuk menset hati dan fikiran kita pada tataran diatas, namun dengan kedewasaan berfikir dan memahami bahwa apa yang di dunia ini bukanlah milik kita seutuhnya. Sekuat apapun perasaan cinta kita pada seseorang atau sehebat apapun bentuk komitmen kita pada cinta yang ada, semuanya tentu tidak dapat mengalahkan skenario Sang Maha Kuasa, so...wahai para pecinta, cintailah sang cinta  dengan sewajarnya namun jika cinta itu pergi tak perlu hati kita menjadi mati.


Dan semoga Allah  menyatukan hati-hati para pecinta, karena tiada yang lebih indah dari orang yang saling mencinta kecuali bersama dengan yang dicinta.



Bagaimana menurut pendapat sobat semuanya ?


22.21 | 2 komentar | Read More

Cinta dan Romantisme

Written By Ella on Jumat, 15 Oktober 2010 | 21.07

Tanpa sadar seringkali kita salah mengartikan antara cinta dengan fikiran-fikiran romantis. Jika kita melihat iklan-iklan yang selalu dipertontonkan,  serta sinetron-sinetron yang bertemakan cinta, sekan-akan memberikan persepsi  bahwa cinta adalah romantisme belaka, dan penggambaran ini sangat terlihat sebagaimana ketika dua sejoli yang tampan dan cantik, saling berbagi kasih sehingga semuanya tampak begitu sempurna. Hampir setiap saat kita selalu di husung dengan fikiran-fikiran keindahan dan romantisme sebagai bentuk dari cinta. Iklan di televisi yang selalu menampilkan cinta dalam bentuk seikat mawar, atau sekotak coklat serta syair-syair cinta yang diperdendangkan membentuk imajinasi kita tentang cinta yang begitu indah bagaikan istana di atas awan.



Kita begitu menyukai suatu hal yang berbau romantisme, seakan-akan cinta adalah hanyalah sebuah bentuk romantisme belaka, dari seikat mawar, sebuah cincin berlian, ataupun pasangan tajir yang bisa memenuhi segala keinginan kita. Apakah ini sebuah cinta, apakah cinta identik dengan apa yang bisa kita dapat dari orang yang kita cinta ? pernahkah dalam hati kita untuk terbersit mencintai seutuhnya bukannya hanya kelebihannya tapi juga  kekurangannya.



Mencintai bukan fikiran romantisme, mencintai adalah menerima apa adanya bukan menuntut kesempurnaan. Mencintai adalah satu paket, kita tidak mungkin mencintai wajah imutnya tapi tidak suka akan sifat childishnya, kita tidak mungkin mencintai dada bidangnya tapi membenci kebiasaannya yang suka duduk nongkrong bersama teman segenk-nya, ataupun mungkin kita mencintai seorang aktifis tapi kita membenci apabila dia seringkali lebih banyak waktu untuk kepentingan organisasinya. Mencintai bukan mengharapkan sesuatu yang lebih dari orang yang kita cintai. Mencintai adalah tanpa syarat, ikhlas menerima akan kelebihan dan kekurangannya. Mencintai berarti menerima segala konsekuensi apabila kita bersamanya.


Yah....fikiran-fikiran romantis akan pasangan kitalah yang akhirnya membuat kita terpuruk dan hilang perasaan cinta  kita padanya begitu mengetahui kenyataan yang sebenarnya. Kita tidak pernah mencintai dia apa adanya, namun  apa yang kita cintai adalah imajinasi kita serta impian-impian indah kita tentang dia.
 
Cinta bukan di awang-awang, cinta bukan impian akan keindahan, cinta berpijak dibumi, cinta adalah realita, bukan imajinasi yang kita bentuk sendiri, cinta  tidak hanya menerima kelebihannya, tapi memaklumi akan segala kekurangannya, serta segala konsekuensi apabila kita memilihnya.
Jika kau ingin mencintai maka buanglah segala fikiran romantis dan keindahan tentang pasangan kita, lihatlah dia apa adanya, karena dia dicipta bukan untuk dituntut kesempurnaannya, namun dia dicipta untuk  kita  agar kita menerimanya, untuk dapat saling melengkapi sehingga semuanya akan menjadi sempurna.
21.07 | 2 komentar | Read More
 
berita unik