Welcome Guys

Pengikut

Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Fenomena Alam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fenomena Alam. Tampilkan semua postingan

Waspadalah! Badai Matahari akan Sambar Bumi Minggu Ini

Written By Ella on Selasa, 09 Agustus 2011 | 15.29

Dalam beberapa hari ini, akibat tiga letupan besar di permukaan Matahari sepanjang minggu lalu, bakal menimbulkan gelombang badai elektromagnetik. Badai Matahari ini bisa menyebabkan gangguan satelit, perangkat telekomunikasi, serta elektronik.









Pemerintah Amerika Serikat, bahkan secara khusus mengeluarkan peringatan risiko tersebut. "Badai Matahari yang akan terjadi berikutnya mungkin memiliki level sedang atau kuat," kata Joseph Kunches, ilmuwan dari Space Weather Prediction Center, divisi dari National Oceanic and Atmospheric Adaministration (NOAA).

Kunches mengungkapkan, badai Matahari yang terjadi minggu lalu dan berikutnya bisa berdampak pada satelit komunikasi dan Global Positioning System (GPS) dan bahkan dapat menciptakan aurora yang bisa dilihat dari wilayah Minesota dan Winconsin, Amerika Serikat.



Aurora yang tercipta, disebut aurora borealis, merupakan cahaya alami yang bisa dilihat di wilayah Artik dan Antartika. Fenomena itu terbentuk akibat tumbukan antara partikel berenergi tinggi dengan atom di lapisan atas atmosfer.



Menurut NOAA, kerusakan besar akibat badai Matahari jarang terjadi, namun pernah dilaporkan adanya dampak serius. Pada tahun 1989 misalnya, badai Matahari mengakibatkan pembangkit listrik di Quebec, Kanada, lumpuh sehingga warga setempat harus hidup tanpa listrik selama berjam-jam.



Sementara, dampak terbesar badai Matahari terjadi pada tahun 1859. Badai Matahari melumpuhkan sistem komunikasi telegraf di seluruh dunia dan mencipatakan aurora yang bisa dilihat hingga Karibia.

Sistem telegraf dilaporkan terus mengirimkan sinyal walaupun baterai telah dicopot.





Bagaimana dengan dampak badai Matahari kali ini? Kunches mengungkapkan, "Saya pikir badai Matahari yang terjadi kali ini tak akan mendekati itu. Ini akan ada pada angka dua atau tiga dari lima pada skala NOAA Space Weather."



Tapi, tetap harus diwaspadai. Badai Matahari pertama yang terjadi minggu lalu mengakibatkan sedikit dampak di Bumi. Sementara badai yang kedua lebih kuat. Yang ketiga, masih belum dilaporkan, tetapi kemungkinannya bisa memperburuk badai Matahari yang kedua atau tidak berdampak sama sekali.



Direktur Space Weather Prediction, Tom Bogdan, mengatakan, puncak badai Matahari terjadi setiap 12 tahun sekali. Seperti dikutip Reuters, Jumat (5/8/2011), ia memperkirakan badai Matahari berikutnya akan terjadi pada tahun 2013.
15.29 | 0 komentar | Read More

Fenomena Crop Circle

Written By Ella on Jumat, 28 Januari 2011 | 00.58

Sekilas waktu dengar berita-berita di Televisi akhir-akhir ini, fenomena corp circle terutama yang terjadi lagi-lagi Yogyakarta, yang berduka setelah nggak lama berita tentang meletusnya sang Merapi, serta masih terjadinya aliran lahar dingin merapi yang belum teratasi.


Bicara soal Crop circle yang terbentuk di area persawahan di Sleman Yogyakarta, tentunya menjadi sangat menarik bagi saya untuk sedikit mengulasnya karena ini adalah fenomena yang baru pertama kali terjadi di Indonesia. Meskipun demikian fenomena Crop circle ini sudah seringkali terbentuk di Luar Negeri sana.


Apa itu Crop Circle ? 


Crop Circle adalah suatu pola teratur yang terbentuk secara misterius di area ladang tanaman, seringkali hanya dalam waktu semalam. Fenomena ini pertama kali ditemukan di Inggris pada akhir 1970, dengan bentuk pola-pola lingkaran sederhana. Pada masa-masa setelahnya, pola-pola tersebut kini cenderung bertambah rumit dan tidak terbatas hanya pada hanya bentuk lingkaran. Namun karena mengacu pada asal-usulnya, maka istilah lingkaran tanaman ini masih dipertahankan.



Mereka yang mempelajari fenomena lingkaran tanaman ini sering disebut juga dengan istilah “cerealogis”, dan ilmu yang mempelajari fenomena ini disebut dengan cereolog. Para Cerealogis kemudian mengembangkan istilah baru untuk fenomena ini, yaitu agriglif. Fenomena “lingkaran tanaman” seringkali dikait-kaitkan dengan isu UFO atau makhluk luar angkasa. (wikipedia)


Crop circle seringkali dihubungkan dengan fenomena UFO (Unidentified Flying Object) yang masih terus menjadi misteri hingga saat ini akan keberadaannya.


Pada crop circle sleman yogyakarta, terdapat pola yang unik dan berada di di areal persawahan kawasan Berbah, Sleman, Yogyakarta dengan ukuran sekitar 50-70 meter dan mencakup luasan sawah 2500 an meter persegi, dan diyakini oleh masyarakat sekitar bahwa crop circle ini hanya terbentuk dalam satu malam. Yang mana pada saat malam terbentuknya crop circle tersebut, masyarakat sekitar mendengar suara gemuruh seperti suara helikopter yang berlangsung kira-kira 30 menit. ( kira-kira apa ya, apa mungkin itu UFO).


Dan menilik kembali fakta setiap kali terbentuknya Crop Circle di beberapa tempat di penjuru dunia, memang selalu sebelumnya ditandai dengan suara gemuruh seperti suara pesawat, namun demikian belum ada satupun bukti secara ilmiah mengenai pembentukan crop circle ini.







fenomena crop circle sleman yogyakarta indonesia


Pro Kontra Fenomena Crop Circle
Kendati masih menimbulkan pro dan kontra di sejumlah masyarakat hingga kaum intelektual, fenomena Crop Circles sebetulnya sudah terjadi sejak Abad ke 17. Fenomena ini sering disebutkan di teks-teks akademis pada tahun 1700-an.Kasus-kasus ini semakin merebak pada tahun 1970-an, dimana hampir 200 kasus dengan beberapa saksi mata telah menemukan ladang gandum berubah menjadi sebuah ‘karya seni’ tinggi dengan dengan proses pembuatan hanya satu malam saja.


Kasus yang sering terjadi di Inggris disertai dengan penampakan pijar atau bola berwarna cerah cahaya, lubang cahaya atau pesawat terbang terstruktur, ini yang pada akhirnya disebut sebagai pesawat UFO.Perhatian serius terjadi pada tahun 1980 di Inggris Selatan. Desain tersebut berbentuk lingkaran sederhana, lingkaran dengan cincin, dan variasi pada salib Celtic. Kemudian gambar fenomena Corp Circles ini berkembang menjadi sebuah garis lurus dan pictogram.Setelah tahun 1990 desain yang dikembangkan secara eksponensial dalam kompleksitas, dan bahkan sekarang terkadang di desain meniru fraktal komputer dan elemen yang berkaitan dengan keempat dimensi fisika kuantum.


Dari tahun ke tahun ukuran crop circle juga meningkat, yang paling besar terjadi di beberapa daerah yang menempati seluas 200.000 meter persegi. Setidaknya telah ada lebih dari 10.000 dilaporkan dan didokumentasikan fenomena Crop Circles di seluruh dunia. 90 persen crop circles yang muncul berasal dari Inggris selatan.Crop Circle sendiri banyak muncul di daerah pertanian gandum Amerika, Inggris, Rusia, Australia, dan sebagian Asia, yang baru-baru ini dikabarkan singgah di daerah Sleman, Yogyakarta.


Berikut beberapa Foto fenomena Crop Circle yang didapat dari google image :


Fenomena Crop Circle Lingkar Tanaman Pola Unik



Fenomena Crop Circle Lingkar Tanaman Pola Unik


Fenomena Crop Circle Lingkar Tanaman Pola Unik





Fenomena Crop Circle Lingkar Tanaman Pola Unik


Fenomena Crop Circle Lingkar Tanaman Pola Unik





Fenomena Crop Circle Lingkar Tanaman Pola Unik


Fenomena Crop Circle Lingkar Tanaman Pola Unik





Fenomena Crop Circle Lingkar Tanaman Pola Unik


Fenomena Crop Circle Lingkar Tanaman Pola Unik





Fenomena Crop Circle Lingkar Tanaman Pola Unik


Fenomena Crop Circle Lingkar Tanaman Pola Unik





Fenomena Crop Circle Lingkar Tanaman Pola Unik


Fenomena Crop Circle Lingkar Tanaman Pola Unik





Fenomena Crop Circle Lingkar Tanaman Pola Unik




Fenomena Crop Circle Lingkar Tanaman Pola Unik





Fenomena Crop Circle Lingkar Tanaman Pola Unik




Fenomena Crop Circle Lingkar Tanaman Pola Unik





Fenomena Crop Circle Lingkar Tanaman Pola Unik


Fenomena Crop Circle Lingkar Tanaman Pola Unik









Kalau sudah melihat gambar-gambar diatas, masihkah kita percaya bahwa fenomen Crop Circle ini adalah hanya buatan manusia dalam waktu semalam?







00.58 | 6 komentar | Read More

Fenomena 'Sinkhole' Muncul Lagi di Cina

Written By Ella on Selasa, 18 Januari 2011 | 12.18

Sebuah lubang raksasa atau yang dikenal dengan fenomena sinkhole terjadi di Sichuan, Cina. Lubang dengan lebar lebih dari 21 meter ini terjadi tiba-tiba dan belum diketahui sebabnya. Lubang yang mirip kawah ini ada di halaman belakang rumah Zhang Fengrong, 58 tahun.

Ini bukan kejadian yang pertama kali di Cina. Tahun lalu, di sebuah jalan tol di Zhejiang, juga muncul lubang raksasa selebar 8 meter.



Menurut Fengrong, dia mendengar suara bergemuruh sekitar pukul 2 dinihari. Fengrong yang sedang terlelap langsung bangun. Dia bergerak ke arah suara hebat itu berasal, setelah meliat, dia kaget luar biasa. Ada sebuah lubang menganga lebar yang terus membesar mendekati bangunan rumahnya.



Awalnya, kata Fengrong, hanya sekitar tiga meter tapi lama kelamaan terus membesar. Dalam 24 jam, lubang itu menjadi selebar lebih dari 21 meter. Adapun kedalamannya belum ketahuan.

"Saya mencoba melempar tali sepanjang 40 meter, tapi belum sampai dasar, terus melempar tali dengan panjang 60 meter, masih belum sampai juga," kata Fengrong seperti dikutip dari laman Orange, Senin (17/1).







Bila berdiri di tepi lubang, menurut Ferong, seperti ada suara air di dasar lubang. Tapi ketika dilempar batu, sama sekali tak ada suara air.

Fengrong dan keluarganya sekarang mengungsi ke sebuah rumah yang disediakan pemerintah setempat. Para tetangganya juga sibuk membantu mereka mengangkut barang-barang. "Kami takut lubangnya terus membesar dan rumah kami jadi korban," katanya.



Sebelumnya, fenomena sinkhole atau lubang raksasa yang terjadi tanpa sebab terjadi di Schamalkalden, Jerman. Lubang ini muncul tiba-tiba dan tidak diketahui sebabnya. Selain di Jerman, di Guatemala juga pernah ada kejadian serupa.

12.18 | 0 komentar | Read More

Fenomena Langka, Terbentuknya Selongsong Awan di Bumi

Written By Ella on Senin, 17 Januari 2011 | 17.44

Awan yang berbentuk tabung besar ini bukanlah jalur bekas pesawat jet yang melintas, karena diameter awan ini lebih besar.

Foto yang diambil oleh Daniela Mirner Eberl di Las Olas Beach, Maldonado, uruguay.



Foto ini menjadi 'picture of the day' di website NASA.

Menurut ahli astronomi Robert Nemiroff dan Jerry Bonnell, awan ini terbentuk karena pertemuan antara awan panas dan awan dingin.

dalam awan ini juga terdapat sirkulasi udara pada bangian tengahnya.....

Meskipun ada udara yang berputar di dalamnya, awan ini tidak bisa menghasilkan tornado....



17.44 | 0 komentar | Read More

Gunung Tertinggi Di Jagat Raya

Written By Ella on Jumat, 07 Januari 2011 | 20.04

Puncak gunung Everest tingginya mencapai 8.848 meter dan disepakati sebagai gunung tertinggi di planet Bumi. Akan tetapi, Everst tidak ada apa-apanya dibanding Olympus Mons, gunung yang ada di planet Mars.



Dengan tinggi hingga mencapai 14 mil, atau sekitar 22.530 meter, Olympus Mons yang merupakan gunung berapi di planet Mars saat ini juga menjadi gunung tertinggi yang pernah terdeteksi di seluruh tata surya hingga saat ini. Saking tingginya, jika seorang pendaki gunung berdiri di kaki Olympus Mons, ia tidak akan mampu melihat puncak gunung itu.








Perbandingan tinggi Everest, Mauna Kea di Hawaii, dan Olympus Mons di Mars


“Gunung raksasa ini diperkirakan terbentuk dengan cara yang sama dengan terbentuknya gunung-gunung di planet Bumi, yakni berdiri di titik di mana batu-batuan panas dari bagian dalam planet terlontar ke atas,” kata David Baker dan Todd Ratcliff, peneliti dari Goddard Space Flight Center dan Kennedy Space Center NASA pada laporannya, seperti dikutip dari Extremesolarsystem, 31 Desember 2010.


Meski demikian, gunung Olympus Mons masih bisa tumbuh lebih tinggi lagi dengan cara yang berbeda dengan gunung berapi di planet Bumi karena planet Mars tidak memiliki lempeng tektonik.





Di Bumi, sebut kedua peneliti itu, lempeng tektonik berfungsi seperti ban berjalan di atas bara yang panas. “Gunung-gunung terbentuk, mati, dan kemudian membentuk gunung baru karena lempeng bergerak di atas titik panas yang menghasilkan rangkaian gunung berapi,” sebutnya.





Dengan tidak adanya lempeng yang bergerak di planet Mars, Olympus Mons kemungkinan berada di sebuah saluran pembentuk gunung berapi untuk jangka yang sangat panjang.



Sebagai gambaran, Mars merupakan planet kecil yang berukuran hanya sekitar separuh planet Bumi. Bayangkan betapa signifikannya gunung Olympus Mons terhadap planet itu.
20.04 | 0 komentar | Read More

Gua Terbesar Di Dunia

Peneliti menemukan gua yang diklaim sebagai gua terbesar di dunia, di Vietnam bagian tengah, dekat perbatasan dengan Laos. Gua Son Doong (artinya: gua sungai gunung) yang terletak di Taman Nasional Phong Nha-Ke Bang adalah gua yang panjangnya 3,8 km, dengan lebar sekitar 90 m, dan pada beberapa bagiannya, memiliki tinggi hingga 180 meter.







Seperti dilansir National Geographic edisi Januari 2011, sebenarnya gua itu sudah diketahui sejak lama oleh penduduk Vietnam. Namun, gua ini belum pernah dieksplorasi secara serius. Nah, pada musim semi lalu sekelompok penelusur gua profesional asal Inggris berhasil 'membedah' gua itu hingga tuntas.



Ternyata gua ini mampu mengalahkan gua yang selama ini dianggap terbesar di dunia, yakni gua Deer Cave, di Taman Nasional Gunung Mulu, Kalimantan, yang memiliki panjang sekitar 2 km, lebar 150 m, dan tinggi sekitar 120 m.



Gua ini sendiri tersembunyi di hutan belantara yang begitu tebal sehingga sangat sulit ditemukan. "Butuh tiga ekspedisi untuk menemukan gua Hang Son Doong," ujar Howard Limbert, pemimpin ekspedisi ke gua terbesar di dunia itu.



Untuk menemukannya, Limbert harus dibantu oleh penduduk lokal bernama Ho Khanh, yang menemukan gua itu saat ia muda karena dikejar-kejar oleh pasukan musuh saat perang Vietnam.



Di dalam gua Son Doong, ternyata terdapat begitu banyak hal yang luar biasa. Pada satu bagian gua itu memiliki ruangan yang begitu besar, sehingga mampu memuat stadion Football Superdome di New Orleans, Lousiana AS.



Son Doong, gua terbesar di dunia



Di rongga yang mahaluas itu, bahkan terdapat semacam hamparan hutan yang ditumbuhi berbagai pohon setinggi sekitar 30 m. Pada bagian lainnya, gua itu malah mampu memuat gedung bertingkat 40 lantai, karena memiliki tinggi lebih dari 240 m.



Di bagian langit-langitnya bahkan terdapat semacam gumpalan awan. Sementara dari bagian bawahnya terdapat batu-batuan kalsit yang menjulang ke atas hingga sekitar 60 m. Ia juga memiliki lorong-lorong yang pada saat tertentu terendam oleh air, sehingga hanya bisa dilalui pada musim panas.



“Sebenarnya, kami tidak berusaha mencari gua terbesar di dunia,” ujar Deb, istri Howard, yang pertama kali menyambangi gua itu dengan suaminya pada 1970. Deb berharap penemuan ini bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat desa di sekitar gua itu.
19.59 | 0 komentar | Read More

Danau Paling Asin di Seluruh Dunia

Danau garam dengan berbagai ukuran tersebar di beberapa tempat di Rusia dan Kazakhstan. Salah satunya adalah Danau Baskunchak. Danau ini merupakan sebuah danau berair asin berukuran luas 115 kilometer persegi di kawasan Astrakhan Oblast, Russia.








Danau Baskunchak, danau paling asin di seluruh dunia


Seperti dikutip dari Eosnap, 7 Januari 2011, lokasi Baskunchak berada di sekitar 270 kilometer utara Laut Kaspia dan 53 kilometer ke arah timur Volga, sungai terbesar di Eropa.





Baskunchak sendiri bukanlah danau asin terbesar di negeri itu. Rusia masih punya danau Elton yang berada di kawasan Volgograd Oblast, Rusia, dekat perbatasan Kazakhstan. Danau Elton memiliki luas 150 kilometer persegi dan memiliki kedalaman 30 sampai 60 sentimeter.





Meski demikian, Baskunchak merupakan danau asin dengan kadar garam tertinggi di dunia. Ia juga memasok 80 persen dari total produksi garam Rusia.





Salinitas air di danau itu mencapai 300 g/l (gram per liter). Dari penelitian, garam di danau itu juga sangat murni, mencapai 99,8 persen NaCl. Tergantung kebutuhan, sekitar 1,5 sampai 5 juta ton garam dikeruk dari danau itu per tahunnya.





Air yang ada di Baskunchak berasal dari sungai yang mengalir. Adapun ketinggian permukaan danau itu berada di 21 meter di bawah permukaan laut. Sejak tahun 1997, kawasan danau Baskunchak dilindungi ketat sebagai cagar alam.





Pada bagian selatan danau terdapat ‘Gunung’ Bolshoye Bogdo. Gunung ini memiliki ketinggian 150 meter di atas permukaan laut dan menjadi dataran tertinggi di kawasan cekungan Kaspia. Akibat penumpukan garam, gunung Bolshoye Bogdo juga bertambah tinggi hingga 1 milimeter per tahun. Bagi warga Kalmyk yang tinggal di sekitarnya, gunung ini merupakan tanah suci.
19.52 | 0 komentar | Read More

Sebuah Fenomena Asli Misteri Batu Hajar Aswad

Written By Ella on Selasa, 04 Januari 2011 | 07.11

Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Mekah adalah pusat dari planet Bumi. Fakta ini telah di diteliti melalui sebuah penelitian Ilmiah.
Ketika Neil Amstrong untuk pertama kalinya melakukan perjalanan ke luar angkasa dan mengambil gambar planet Bumi, di berkata : “Planet Bumi ternyata menggantung di area yang sangat gelap, siapa yang menggantungnya ?.” 
 




Para astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi, secara resmi mereka mengumumkannya di Internet, tetapi sayang nya 21 hari kemudian website tersebut raib yang sepertinya ada asalan tersembunyi dibalik penghapusan website tersebut.




Setelah melakukan penelitian lebih lanjut, ternyata radiasi tersebut berpusat di kota Mekah, tepatnya berasal dari Ka’Bah. Yang mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat infinite ( tidak berujung ), hal ini terbuktikan ketika mereka mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut masih berlanjut terus. Para peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka’Bah di di planet Bumi dengan Ka’bah di alam akhirat.
 
Di tengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan, ada suatu area yang bernama ‘Zero Magnetism Area’, artinya adalah apabila kita mengeluarkan kompas di area tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak sama sekali karena daya tarik yang sama besarnya antara kedua kutub.
Itulah sebabnya jika seseorang tinggal di Mekah, maka ia akan hidup lebih lama, lebih sehat, dan tidak banyak dipengaruhi oleh banyak kekuatan gravitasi. Oleh sebab itu lah ketika kita mengelilingi Ka’Bah, maka seakan-akan diri kita di-charged ulang oleh suatu energi misterius dan ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah.
 
 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRoDPSg69ln1APcAGq7vRz9bj2r75SEhUJinDrvMJzXoQzctiUNR-YQ6s6wISKSDULu4ZUVZGf9XEqoBDW1OVEzQS7arFptFM3xf9HFuUmO9Rk-Hfps6h16Wsq-bYOJGP7pNLn2vUpj3HF/s400/hajar+aswad+01.JPG




http://republika.co.id:8080/images/news/2009/03/20090311150138.jpg
 
Penelitian lainnya mengungkapkan bahwa batu Hajar Aswad merupakan batu tertua di dunia dan juga bisa mengambang di air. Di sebuah musium di negara Inggris, ada tiga buah potongan batu tersebut ( dari Ka’Bah ) dan pihak musium juga mengatakan bahwa bongkahan batu-batu tersebut bukan berasal dari sistem tata surya kita.
 
Dalam salah satu sabdanya, Rasulullah SAW bersabda, “Hajar Aswad itu diturunkan dari surga, warnanya lebih putih daripada susu, dan dosa-dosa anak cucu Adamlah yang menjadikannya hitam. ( Jami al-Tirmidzi al-Hajj (877) )



07.11 | 2 komentar | Read More

FOTO: Satu Jam Setelah Tsunami Menghantam

Written By Ella on Sabtu, 25 Desember 2010 | 15.26

Gempa dahsyat denngan kekuatan lebih dari 9 skala Richter mengguncang Samudera Hindia, 26 Desember 2004. Dampaknya terasa hingga Alaska.Beberapa saat kemudian, gelombang gergasi, menerjang.  Tsunami setinggi 30 meter menghancurkan apapun yang dilewatinya. Rumah dan bangunan, pepohonan tumbang, segala sesuatu nampak hancur.



Lebih dari 230.000 orang tewas dan jutaan lainnya kehilangan tempat tinggal. Tsunami tak hanya menerjang Aceh, tapi wilayah lain di Samudera Hindia. Salah satunya Sri Lanka. Lebih dari 20.000 orang tewas akibat gelombang raksasa yang memantul.



Seperti dimuat situs Badan Antariksa AS, NASA, satelit Quickbird milik DigitalGlobe merekan foto kerusakan di Kalutara, Sri Lanka pada 26 Desember 2004 pukul 10.20 waktu setempat , atau sejam setelah gelombang pertama menerjang. 






Nampak aliran air kembali menuju laut , menciptakan fenomena turbulensi di perairan.  Pencitraan menunjukkan tepi air laut telah surut sekitar 150 meter dari garis pantai.






Quickbird juga merekam foto pada tanggal 1 Januari 2004, saat kondisi laut normal, belum ada kehancuran.




15.26 | 0 komentar | Read More

Foto : Keindahan Awan Sebelum Badai

Written By Ella on Selasa, 14 Desember 2010 | 14.26

Badai atau angin topan merupakan udara yang berputar dengan kecepatan tinggi, yakni mencapai 120 kilometer per jam atau bahkan lebih. Fenomena alam ini kerap terjadi di wilayah tropis di antara garis balik di utara dan selatan khatulistiwa.



Umumnya angin topan atau badai membawa serta sambaran petir hingga banjir bandang. Adapun badai paling merusak adalah badai topan yang dikenal sebagai angin siklon (cyclone) di samudera Hindia atau topan (typhoon) di samudera Pasifik.



Badai juga biasanya membawa ketakutan. Namun, ada sesuatu yang indah yang terjadi sesaat sebelumnya, yaitu awan yang terbentuk menjelang badai menghantam.



Seperti diketahui, badai terjadi ketika suhu udara panas dikelilingi oleh suhu udara yang dingin. Kombinasi yang ekstrim tersebut menciptakan angin dan menimbulkan pembentukan awan badai yang ternyata sangat menakjubkan jika dilihat. Berikut foto-foto rupa awan sebelum badai melanda berbagai belahan dunia





Angin tornado menerjang Iowa, AS, 10 Juni 2008. Menurut sang fotografer, angin tornado menyentuh tanah, lalu masuk lagi ke awan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Foto: AP Photo/Lori Mehmen 





Awan yang terbentuk sebelum terjadinya badai di Ohio, AS, 18 November 2010. Foto: AP Photo/Tony Dejak 







Awan hitam disertai gemuruh petir bergerak di atas Iowa, AS, 16 Mei 1999. Foto: AP Photo/Charlie Neibergall





Gulungan awan yang mengandung badai petir melewati daerah pekuburan di Kansas, AS, 20 Juni 2009. Foto: AP Photo/Charlie Riedel





Rangkaian badai petir yang disertai angin kencang dan hujan deras menerjang Phoenix, AS, 5 Oktober 2010. Foto: AP Photo/Tom Stathis





Kilatan petir menerangi angkasa di atas Kuil Parthenon, Yunani, 28 Juni 2010. Foto: AP Photo/Petros Giannakouris


14.26 | 0 komentar | Read More

Samudera Baru akan Lahir di Afrika

Benua Afrika akan menjadi saksi lahirnya sebuah laut yang nantinya diperkirakan akan menjadi samudera baru.



Kesimpulan ini diungkapkan oleh sejumlah peneliti dari Royal Society, kelompok ilmiah asal London, Inggris.

Semua diawali dari munculnya keretakan tanah di kawasan Ethiopia tahun 2005. Retakan yang mencapai panjang 60 kilometer itu semakin melebar, mencapai 8 meter dalam 10 hari. Padahal, dalam kondisi normal, dibutuhkan waktu sekitar 230 tahun agar keretakan mencapai lebar 8 meter.





Para geolog, yang melakukan penelitian di Afar, sebuah kawasan terpencil di Ethiopia menyebutkan, retakan ini nantinya akan memecah benua Afrika menjadi dua bagian. Meski begitu, peneliti memperkirakan, terbelahnya benua Afrika ini akan terjadi dalam waktu 10 juta tahun ke depan.




Retakan di kawasan tersebut disebabkan oleh dorongan bebatuan lunak yang panas, yang berasal jauh dari perut bumi. Besarnya daya dorongan tersebut membuat permukaan tanah di atasnya menjadi merekah.


Yang jadi masalah, sampai saat ini, letusan bawah tanah masih terus terjadi di kawasan itu dan pada akhirnya sepotong kawasan Afrika yakni sebagian Ethopia dan Somalia akan terlepas dari benua tersebut.
Potongan benua ini nantinya akan menjauh dan menyebabkan munculnya selat, laut, dan kemudian akan menjadi samudera.


Sumber : vivanews.com
05.50 | 0 komentar | Read More

Misteri Hisapan Ombak Aneh Parangtritis Dibuktikan Secara Ilmiah

Written By Ella on Sabtu, 11 Desember 2010 | 13.19

Para praktisi ilmu kebumian menegaskan bahwa penyebab utama hilangnya sejumlah wisatawan di Pantai Parangtritis, Bantul, adalah akibat terseret rip current. Dengan kecepatan mencapai 80 kilometer per jam, arus balik itu tidak hanya kuat, tetapi juga mematikan.

  






Kepala Laboratorium Geospasial Parangtritis I Nyoman Sukmantalya mengatakan, sampai sekarang informasi mengenai rip current amat minim. Akibatnya, masyarakat masih sering mengaitkan peristiwa hilangnya korban di pantai selatan DI Yogyakarta dengan hal-hal yang berbau mistis. Padahal, ada penjelasan ilmiah di balik musibah tersebut.



Arus balik merupakan aliran air gelombang datang yang membentur pantai dan kembali lagi ke laut. Arus itu bisa menjadi amat kuat karena biasanya merupakan akumulasi dari pertemuan dua atau lebih gelombang datang.


"Bisa dibayangkan kekuatan seret arus balik beberapa kali lebih kuat dari terpaan ombak datang. Wisatawan yang tidak waspada dapat dengan mudah hanyut," demikian papar Nyoman.


Celakanya, arus balik terjadi begitu cepat, bahkan dalam hitungan detik. Arus itu juga bukan hanya berlangsung di satu tempat, melainkan berganti-ganti lokasi sesuai dengan arah datangnya gelombang yang juga menyesuaikan dengan arah embusan angin dari laut menuju darat.



Nyoman melanjutkan, korban mudah terseret arus balik karena berada terlalu jauh dari bibir pantai. Ketika korban diterjang arus balik, posisinya akan mudah labil karena kakinya tidak memijak pantai dengan kuat.



"Karena terseret tiba-tiba dan tidak bisa berpegangan pada apa pun, korban menjadi mudah panik, dan tenggelam karena kelelahan," lanjutnya.



Staf Ahli Pusat Studi Bencana Universitas Gadjah Mada, Djati Mardianto, mengatakan, apabila korban tetap tenang saat terseret arus, besar kemungkinan baginya untuk kembali ke permukaan. "Karena arus berputar di dasar laut sehingga materi di bawah bisa naik lagi," ujar Djati.



Setelah mengapung, korban bisa berenang ke tepi laut, atau membiarkan diri terhempas ke pantai oleh gelombang datang lain. Setidak-tidaknya, korban memiliki kesempatan untuk melambaikan tangan atau berteriak minta tolong.



Bagaimana dengan korban hilang? Djati mengatakan, hal itu dapat terjadi apabila korban terlalu kuat melawan arus saat berada di dalam air sehingga urung mengapung.



Sebaliknya, korban akan semakin jauh terseret arus bawah laut dan bisa tersangkut karang atau masuk ke dalam patahan yang berjarak sekitar satu kilometer dari bibir pantai.



Di dasar patahan yang kedalamannya mencapai ratusan meter itu, korban akan semakin sulit bergerak karena ia bercampur dengan aneka materi padat yang terkandung dalam arus.



Korban akan diperlakukan sama seperti material, yakni diendapkan. Korban baru bisa kembali terangkat ke permukaan jika ada arus lain yang mengangkat sedimen dari dasar laut. Namun, ia mengatakan, biasanya hal itu butuh waktu lama.



Meski sulit diperkirakan kedatangannya, arus balik sebenarnya bisa dikenali. Menurut Nyoman, permukaan arus balik terlihat lebih tenang daripada gelombang datang yang berbuih. Selain itu, arus balik biasa terjadi di ujung-ujung cekungan pantai dan warnanya keruh karena membawa banyak materi padat dari pantai.


Masalahnya, banyak wisatawan justru senang bermain di pantai yang tenang karena dianggap lebih aman. "Padahal, lokasi tersebut amat berbahaya," kata Nyoman.



Sejauh ini, cara terbaik untuk mengurangi risiko bencana terseret arus di pantai adalah dengan tidak bersikap nekat berenang ke tengah laut. Pengunjung harus benar-benar mematuhi rambu larangan berenang yang dipasang tim search and rescue (SAR) di sepanjang pantai.



Selain itu, kondisi cuaca juga harus dipertimbangkan. Gelombang laut akan membesar di musim penghujan karena terpengaruh angin barat. Berenang di laut pada malam hari pun sebisa mungkin dihindari karena arus balik akan menguat akibat terpengaruh pasang.



Menurut kedua pakar geomorfologi pesisir itu, tidak ada pantai di DIY yang aman. Semua memiliki potensi arus balik yang kuat. Bahkan, di sejumlah pantai di Gunung Kidul, arus balik kian diperkuat oleh buangan air sungai bawah tanah.



Pemerintah daerah juga bisa mempelajari pola-pola arus balik dengan melakukan pengamatan rutin sepanjang tahun menggunakan citra satelit beresolusi tinggi, seperti citra Quickbird dan IKONOS. Kedua satelit itu bisa merekam dengan jelas benda yang berukuran kecil hingga ukuran satu meter.



"Sejauh ini, penelitian ke arah sana baru sebatas pada skripsi mahasiswa. Belum ada penelitian yang mendalam dan menghasilkan rekomendasi kebijakan," papar Djati.



Nyoman mengatakan, ketinggian air sepaha orang dewasa sudah cukup bagi arus balik untuk menyeret orang ke tengah laut. Paling aman, usahakan air hanya sampai ketinggian mata kaki.



Kita mungkin dapat melihat suatu arus balik dari suatu tempat yang lebih tinggi di pantai, atau dapat juga bertanya dengan penjaga pantai yang bertugas atau dengan penduduk setempat yang tahu di lokasi mana terdapat rip current.



Berdasarkan pengamatan, sifat-sifat Rip Current dapat diketahui dengan :

  • Melihat adanya perbedaan tinggi gelombang antara kiri-kanan dan antaranya. Tinggi gelombang pada bagian kiri dan kanan lebih besar dari antaranya.

  • Meletakkan benda yang dapat terapung. Bila benda tersebut terseret menuju off shore maka pada tempat tersebut terdapat Rip Current.

  • Melihat kekeruhan air yang terjadi, dimana air pada daerah surf zone tercampur dengan air dari darat. Bila terlihat air yang keruh menuju off shore, maka tempat tersebut terdapat Rip Current. Kejadian ini dapat dilihat dengan jelas dari tempat yang lebih tinggi





Tips / Cara / Usaha yang harus dilakukan bila terseret rip current, adalah sebagai berikut :

1. Jika terperangkap dalam arus seret ke tengah laut, jangan mencoba untuk berenang melawan arus (ke tepi pantai),



2. Tenanglah untuk sementara mengikuti arus. Secepat arus seret berada di luar penghalang, atau kecepatan arus melambat dan kita merasa sedikit bebas dari pergerakan air yang cepat,



3. Berenanglah ke area di sebelah kiri / kanan kita dan baru kemudian berenang kembali ke arah pantai (atau mengikuti gelombang menuju pantai). Tentu saja kita harus tetap menjaga untuk tetap berada di luar arus seret tersebut.


Sumber: myworld.com


13.19 | 1 komentar | Read More

Misteri Batu Berjalan di California

Written By Ella on Selasa, 23 November 2010 | 14.28

Di Death Valley National Park, tepatnya di danau kering Racetrack Playa, California-AS, ada sebuah misteri yang belum terungkapkan secara pasti apa penyebabnya. Kalau anda beruntung dan berkesempatan untuk kesana anda akan melihat batu berjalan yang meninggalkan jejak panjang diatas pasir.
Dan hingga saat ini keajaiban alam tersebut masih menjadi misteri bagi para peneliti untuk mengetahui apa penyebab pasti dari batu berjalan ini. Karena batu yang berjalan tidak hanya batu-batu yang berukuran kecil tetapi juga batu-batu yang ratusan kilogram beratnya.


Sekedar untuk informasi bahwa batu-batu berjalan ini terletak di Lembah kering Racetrack Playa, California-AS. Racetrack Playa adalah danau kering yang datar dengan panjang empat kilometer dan lebar sekitar dua kilometer, permukaannya terdiri dari batuan sedimen yang terbuat dari lumpur dan tanah liat.


Iklim di daerah ini juga kering. Hujan hanya terjadi beberapa inci per tahun. Namun, saat hujan, pegunungan terjal yang mengelilingi Racetrack Playa akan menyuplai air ke permukaan danau dan menyulapnya menjadi danau dangkal yang sangat luas. Sayangnya, ini hanya bertahan beberapa hari saja. Setelah itu, dalam keadaan basah, permukaannya berubah menjadi lumpur yang lembut dan licin.


Ada beberapa asumsi atau penjelasan tentang mengapa batu-batu di Racetrack Playa dapat berjalan. Semua penjelasan tersebut masuk akal. Bisa jadi Anda setuju dengan salah satunya. Namun, sampai saat ini belum ada yang dapat membuktikannya bersama-sama secara ilmiah.





Apakah mereka digerakkan oleh manusia atau hewan?

Jejak yang terbentuk di belakang batu menunjukkan bahwa batu-batu berjalan itu berpindah saat permukaan Racetrack Playa masih ditutupi dengan lumpur yang sangat lembut. Dan, di sekitar jejak batu, tidak ada lumpur yang rusak akibat jejak makhluk hidup lainnya. Artinya, sangat kecil kemungkinan batu tersebut dipindahkan oleh manusia dan hewan.



Apakah mereka digerakkan oleh angin?

Ini penjelasan paling favorit dan dipilih banyak orang karena dinilai paling mungkin. Bukan asal tebak atau sekedar menerka-nerka. Tapi, jika dipelajari dari jejak batu yang berjalan, arahnya sejajar dengan arah angin yang berhembus di Racetrack Playa, yakni dari barat daya ke arah timur laut.



Hembusan angin kencang diperkirakan mampu menyenggol batu sampai berpindah tempat. Kurva pada jejak batu tersebut dibentuk oleh pergeseran arah angin yang membawanya, karena interaksi angin dan batu tidak teratur.
Apakah mereka digerakkan oleh es?

Beberapa orang mengaku sempat menyaksikan Racetrack Playa tertutup oleh lapisan es tipis. Idenya, air membeku di sekitar batu. Lalu, angin berhembus di atas permukaan es dan menyeret lapisan es berikut batu yang tertancap di permukaan es.



Beberapa penelitian telah menemukan jejak sangat kongruen pada beberapa batu. Namun, seharusnya pengangkutan lapisan es besar diharapkan meninggalkan tanda para permukaan Playa. Sampai saat ini, tanda tersebut belum bisa dibuktikan.



Mungkin Anda setuju dengan salah satu dari beberapa penjelasan di atas. Atau, tidak ada salahnya jika Anda mempunyai penjelasan lain yang berbeda. Tetapi, mungkin cerita ini akan tetap menarik jika jawabannya tidak pernah diketahui dan menjadi misteri.


disarikan dari : viva.news.com
14.28 | 0 komentar | Read More

Misteri Dasar Laut Hitam

Written By Ella on Senin, 22 November 2010 | 20.57

Laut Hitam adalah sebuah laut dalam antara Eropa tenggara dan Asia Kecil. Dia terhubungkan dengan Laut Tengah oleh Bosporus dan Laut Marmara, dan Laut Azov oleh Selat Kerch.
Negara yang berbatasan dengan Laut Hitam adalah Turki, Bulgaria, Romania, Ukraina, Russia, Georgia. Semenanjung Krim adalah Republik Otonomi Ukraina.
Laut Hitam menyimpan banyak misteri yang masih terus digali hingga saat ini. Salah satu temuan yang baru-baru ini adalah oleh Ilmuwan Inggris yang menemukan sungai di bawah Laut Hitam. Sungai itu terletak di kedalaman 115 kaki dengan lebar setengah mil.





Sungai itu ditemukan tim peneliti dari Universitas Leeds dengan menggunakan kapal selam robot untuk memindai dasar laut dekat Turki. Berdasarkan alirannya, jika diukur sebagaimana sungai yang ada di daratan, para ilmuwan memperkirakan sungai ini merupakan sungai ke enam terbesar di dunia. Aliran sungai itu membawa sedimen dan air yang sangat asin.



Sedimen dan tingginya kadar garam membuat aliran sungai itu terlihat seperti saluran yang dalam. Sungai ini adalah satu-satunya sungai bawah laut yang aktif dan terhubung dari Mediterania ke Laut Hitam melalui Selat Bosphorus.



Ketua tim peneliti dr Dan Parson mengatakan air yang mengalir pada sungai bawah laut memiliki "kepadatan" aliran yang lebih tinggi karena membawa begitu banyak sedimen.



Aliran sungai yang belum diberi nama ini lebih besar 350 kali ketimbang aliran Sungai Thames di Inggris dan memiliki saluran, jeram dan air terjun. Jumlah air asin yang mengalir pada sungai bawah laut itu sekitar 22 ribu meter kubik atau 10 kali lebih besar dari sungai terbesar Eropa, Rhine.


Selain penemuan sungai bawah laut, ditemukan juga struktur bangunan dan kayu pada kedalaman beberapa ratus kaki dari permukaan laut.

Dengan menggunakan Robot bawah air, para peneliti memperkirakan usia bangunan ini adalah sekitar 7.500 tahun. Penelitian ini dilakukan oleh sekelompok peneliti underwater surveyors yang diketuai oleh Dr. Robert Ballard, yang juga telah menemukan Titanic.


Mereka memperkirakan, bangunan tua itu dahulunya adalah sebuah perkampungan yang tenggelam akibat banjir besar yang terjadi di zaman Nabi Nuh AS.


Para ilmuwan tersebut mempercayai bahwa penemuan tersebut membuktikan keberadaan sebuah kawasan yang telah tenggelam yang disebabkan oleh banjir besar yang melanda sekitar 5000 SM. Menurut teori mereka, banjir besar tersebut disebabkan oleh adanya pencairan gletser dari tanah tinggi di Eropa


20.57 | 0 komentar | Read More

Keajaiban Laut Terbelah ala Nabi Musa di Jindo Korea Selatan

Written By Ella on Minggu, 21 November 2010 | 06.18

Keajaiban laut terbelah mirip yang terjadi pada kisah nabi Musa terjadi di Jindo, Korea Selatan. Bedanya, laut ‘terbelah’ di negeri ginseng itu merupakan fenomena alam yang terjadi akibat pasang surut air laut.




Seperti dilansir dari laman asiarooms, sebuah hamparan tanah dengan panjang sekitar 2,8 kilometer dan lebar 40 meter akan terbuka akibat surutnya air laut pada waktu-waktu tertentu.



Saat-saat kejadian tersebut biasanya dikunjungi orang-orang dalam jumlah besar. Sebuah festival khusus didedikasikan untuk memperingati kejadian alam yang merupakan fenomena unik di Korea Selatan tersebut.






Fenomena Aneh!! Keajaiban Laut Terbelah ala Nabi Musa di Jindo Korea Selatan




Terjadinya laut terbelah tersebut, berdasarkan dongeng yang populer di Jindo, bermula ketika desa tersebut diserang harimau, semua penduduk desa telah pergi ke desa Modo kecuali seorang wanita tua yang tinggal sendirian. Dalam keputusasaannya, ia berdoa kepada Dewa Laut agar membantunya dan terbukti dewa menjawab doanya dengan membelah laut.




06.18 | 2 komentar | Read More
 
berita unik