"Budayakan Berkomentar Setelah Membaca", tulisan yang sangat menggelitik yang saya dapat waktu blog walking ke Blog Tip Trik Blogger. Tulisan ini terletak tepat di atas kotak komentar blog tersebut. Kenapa hal ini menjadi perhatian saya, karena kata-katanya singkat, jelas dan cukup menohok (kalau boleh saya bilang), yah...benar sekali "Budayakan Berkomentar Setelah Membaca", kalimat tersebut bisa berarti dua makna, yang pertama agar setelah membaca postingan kita diharapkan untuk berkomentar, dan makna kedua bisa jadi berkomentarlah setelah membaca suatu posting, dan ini berkaitan dengan keterampilan membaca seseorang.
Seringkali kita dapati suatu komentar yang hanya sekedar pujian atau tidak relevan dengan isi postingan. Bahkan ketika berkomentar pada suatu postingan artikel yang singkatpun, seringkali saya lihat tidak mewakili apa yang tertulis di sebuah postingan artikel....jadi ya mudahnya asal komentar saja, bahkan kurang bisa menangkap isi pesan yang disampaikan dalam sebuah artikel, terutamanya untuk artikel-artikel yang kalau kita baca mengharuskan kita untuk mengernyitkan dahi, bisa jadi alasannya karena nggak sempat baca seluruh postingan, karena terburu-buru untuk membalas seluruh komentar yang masuk di blognya.
Seringkali kita dapati suatu komentar yang hanya sekedar pujian atau tidak relevan dengan isi postingan. Bahkan ketika berkomentar pada suatu postingan artikel yang singkatpun, seringkali saya lihat tidak mewakili apa yang tertulis di sebuah postingan artikel....jadi ya mudahnya asal komentar saja, bahkan kurang bisa menangkap isi pesan yang disampaikan dalam sebuah artikel, terutamanya untuk artikel-artikel yang kalau kita baca mengharuskan kita untuk mengernyitkan dahi, bisa jadi alasannya karena nggak sempat baca seluruh postingan, karena terburu-buru untuk membalas seluruh komentar yang masuk di blognya.
Tidak semuanya sih...tapi ada juga beberapa yang seperti itu, hal ini juga menunjukkan rendahnya minat baca masyarakat di negara ini, dan menurut temuan UNDP, Indonesia hanya masuk peringkat 96 dalam minat baca, dan untuk kawasan Asia Tenggara, Indonesia hanya menempati urutan kedua dari yang terbawah, sungguh memprihatinkan.
Berbeda dengan Jepang yang masyarakatnya memiliki minat baca yang tinggi, sehingga hampir di setiap ada kesempatan atau waktu luang mereka pergunakan untuk membaca. Bahkan untuk menumbuhkan minat baca sejak dini di Jepang, para Ibu membiasakan anaknya untuk membaca selama 20 menit sebelum tidur. Sedangkan masyarakat negeri kita, kebanyakan waktu luangnya lebih banyak digunakan untuk ngerumpi, atau nonton sinetron, atau mungkin Gosip-gosip selebritis (hiiii...).
Berbeda dengan Jepang yang masyarakatnya memiliki minat baca yang tinggi, sehingga hampir di setiap ada kesempatan atau waktu luang mereka pergunakan untuk membaca. Bahkan untuk menumbuhkan minat baca sejak dini di Jepang, para Ibu membiasakan anaknya untuk membaca selama 20 menit sebelum tidur. Sedangkan masyarakat negeri kita, kebanyakan waktu luangnya lebih banyak digunakan untuk ngerumpi, atau nonton sinetron, atau mungkin Gosip-gosip selebritis (hiiii...).
Dan ternyata tingginya minat baca berpengaruh pada kemajuan dan perkembangan suatu bangsa. Islam juga sangat menganjurkan budaya membaca, bahkan surat pertama yang turun, Surat Al-Alaq memerintahkan manusia untuk membaca :
"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah, Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam.." (Al-Alaq 1-4)
Dan jika kita tilik kembali sejarah kejayaan islam, banyak sekali melahirkan ulama-ulama besar seperti : Al-Ghozali, Ibnu Qoyyim Al Jauziyyah, Bukhori, Muslim, dan lain-lain yang telah menghasilkan beratus-ratus jilid buku yang memperkaya khasanah keilmuan, dan ini semua berawal dari budaya membaca.
So..kawan...tingkatkan minat baca,
Rajin Membaca Banyak Tahu, Malas Membaca Sok Tahu..:-)
20.31 | 5
komentar | Read More
