Welcome Guys

Pengikut

Diberdayakan oleh Blogger.

5 Mall Terkeren Di Dunia

Written By Ella on Jumat, 13 Januari 2012 | 12.01

Saat ini mal telah menjadi tempat multifungsi, dari mulai belanja hingga rekreasi. Namun, pernahkah Anda membayangkan mal yang dilengkapi dengan danau buatan dan akuarium terbesar?



Ini mal paling megah di dunia yang dikutip dari businessinsider.
1. The Dubai Mall







Mal ini memiliki luas area 350.244 meter persegi. Dubai Mall adalah mal terbesar di dunia dengan total area 1.124 juta meter persegi. Mal ini dibuka pada 2008, memiliki 1.200 toko dan dilengkapi sebuah akuarium besar yang mendapatkan rekor dari Guinness World Records, sebagai panel dari acrylic terbesar.

Mal ini juga dilengkapi arena ice skating, 2.500 kamar mewah, 22 layar bioskop, dan 120 restoran serta kafe. Mal ini juga memiliki konsep mal dalam mal, dengan masing-masing konsep berbeda seperti Gold Souk, Fashion Island, The Grove, dan atap yang bisa ditarik outdoor atau indoor.





2. West Edmonton Mall di Edmonton, Alberta, Kanada.







Mal ini terbesar ke-5 di dunia dan terbesar di Amerika Utara. Fasilitas water park indoor-nya terbesar dan memiliki kolam ombak terbesar di dunia.



Dibangun pada 1981, mal ini memiliki lebih dari 800 toko dan jasa serta parkir untuk lebih dari 20.000 kendaraan.



Mal ini juga memiliki beberapa tema seperti Bourbon Street (klub dan restoran bergaya New Orleans), Europa Boulevard, dan Chinatown.



Pusat perbelanjaan ini memiliki taman yang disebut Galaxyland dan dilengkapi sejumlah atraksi termasuk roller coaster. Menariknya, mal ini juga dilengkapi dengan danau indoor, yang merupakan rumah bagi empat singa laut dan replika dari Santa Maria. Mal ini juga memiliki sebuah hotel, ruangan menembak dalam ruangan, kebun binatang, makan malam teater, bioskop, dan empat stasiun radio.





3. GPO, Melbourne

 


GPO Melbourne


Bangunan ini merupakan sebuah kantor pos tua, singkatan dari General Post Office (GPO). Bangunan ini menjadi salah satu arsitektur paling terkenal di Australia. GPO yang berdiri mulai digunakan menjadi mal pada 1907-1993. Pada 2004 diubah menjadi pusat perbelanjaan. Terdapat 50 toko dalam tiga lantai.





4. Wafi Mall, Dubai


 
Wafi Mall, Dubai


Luas bangunan ini 79.989 meter persegi. Seluruhnya bertema mesir kuno, termasuk taman dan restorannya berbentuk piramid. Mal ini memiliki reputasi sebagai salah satu mal berkelas di Dubai.



Terletak di dalam kompleks Kota Mesir dengan tema Wafi City Mall. Dibuka pada 2001 dan berisi 1.000 ruang parkir tertutup serta lebih dari 350 toko di lima lantai. Dilengkapi dengan butik (Marks & Spencer, Topshop, La Senza), restoran, kawasan taman hiburan (Encounter Zone), ruangan bawah tanah bertema Arab (Khan Murjan), dan spa (Cleopatra Spa).



5. Tokyo Midtown




Tokyo Midtown


Bangunan seluas 73.021 meter persegi ini terletak di jantung area mix development di Tokyo sekitar 566.708 meter persegi.



Proyek senilai US$3 miliar itu termasuk perkantoran, perumahan, hotel, pertokoan, dan tempat rekreasi, sekaligus menjadi bangunan tertinggi di Tokyo. Bangunan ini juga terdapat Suntoory Museum of Art.



Artikel ini diAmbil Dari => http://haxims.blogspot.com/
12.01 | 0 komentar | Read More

Negara-Negara Terkecil Di Dunia

Written By Ella on Rabu, 11 Januari 2012 | 12.57

Tidak banyak yang tahu kalau di dunia ini ternyata banyak Negara yang luasnya tidak lebih dari 200 square miles atau sekitar 300-an km2. Jumlah penduduknya pun hanya ratusan ribu jiwa, malah ada yang hanya berpenduduk 14.014 jiwa. Wahh..rasanya aneh ya, Bandingkan saja dengan kota Jakarta, luas daratan 661,52 km2 dan lautan seluas 6.977,5 km2, jumlah penduduk mencapai 8,5 juta jiwa lebih.



Sementara berdasarkan data Negara-negara terkecil di dunia, Vatican menempati urutan pertama hanya 0,2 square miles, sedang penduduknya kebanyakan bukan penduduk permanen, alias mereka tingga sementara di sana karena tugas.





Berikut ini adalah 6 negara termungil di dunia, yang rata-rata luasnya tidak sampai setengah kota Jakarta. Bahkan beberapa di bawah 1/3 Jakarta. ‘Mungil’ banget ya!! Bandingkan dengan luas Indonesia yg mencapai 1919440 km2. Atau tidak usah jauh-jauh, bandingkan saja dengan Singapura, Negara paling mungil di Asia Tenggara, Negara yang rajin reklamasi untuk memperluas negaranya, memiliki luas sekitar 637 km2, sedikit di bawah Jakarta.



1.Vatican City– Ini adalah Negara terkecil di dunia, luasnya 0,44 km2 dengan penduduk sekitar 800 orang, namun kebanyakan mereka bukanlah penduduk permanen.

Negara kecil ini melindungi Basilika St Peter, yang merupakan pusat rohani bagi umat Katholik Roma di seluruh dunia (1 milyar lebih jiwa). Posisi Vatican sendiri berada dalam lingkungan Roma, Italia.







2.Monaco. Inilah adalah Negara terkecil kedua, letaknya di dekat Nice, Perancis. Negara kota yang berbentuk kerajaan ini telah ada sejak abad ke-13, luasnya 1,95 km2 dan hanya memiliki penduduk 32.000 jiwa. Negara ini hanya memiliki satu kotamadya. Tidak ada perbedaan geografis antara Negara dan kota Monaco, meskipun tanggung jawab pemerintah dan dari kotamadya (tingkat kota) berbeda.



Menurut konstitusi dari 1911, kerajaan dibagi menjadi tiga kota:

• Monaco ( Monaco-Ville ), kota tua di tanjung berbatu memanjang ke Laut Tengah, dikenal sebagai Rock of Monaco atau Le Rocher di mana terletak istana

• Monte Carlo , adalah kawasan perumahan dan resor dengan Monte Carlo Casino di timur dan timur laut

• La Condamine , bagian barat laut termasuk kawasan pelabuhan, Port Nikolas Flores

Tahun 1917, semua kota ini digabungkan menjadi satu menjadi satu kotamadya.

Salah satu sumber utama pendapatan di Monaco adalah pariwisata ; di antaranya pusat perjudian kasino. Namun ada larangan bagi warga Monaco untuk berjudi di kasino negaranya.





3. Nauru berada di urutan ke-3 negara terkecil di dunia dengan luas wilayah total 21 km2. Letaknya, di Samudra Pasifik bagian selatan, persis di bawah garis khatulistiwa dan di sebelah selatan Kepulauan Marshall. Jarak dari Pulau Papua ke Nauru kira-kira sebanding dengan jarak dari Pulau Papua ke Pulau Jawa.

Nauru dulunya dikenal dengan sebutan Pleasant Island, merupakan koloni kekaisaran Jerman sejak akhir abad ke 19.



Setelah PD I, Nauru di bawah perwalian PBB dan secara administrative dikelola oleh Australia, New Zealand, dan Inggris. Pada Perang Dunia II, pulau kecil ini diduduki Jepang. Setelah perang berakhir, pulau ini kembali berada dalam perwalian PBB. Baru pada 1968, Nauru mendeklarasikan diri sebagai Negara mandiri berbentuk Republik. Penduduk Nauru pada sensus 2009 berjumlah 14.014 jiwa.



Uniknya, negara ini tidak memiliki ibukota resmi, namun Yaren umumnya dianggap sebagai ibu kota negara secara de facto karena sebagian besar kantor pemerintahan pusat terletak di distrik ini. PBB menggolongkan Yaren sebagai “distrik utama”.

Hasil bumi yang terkenal dari negeri ini adalah fosfat yang telah ditambang oleh gabungan perusahaan asing sejak 90 tahun terakhir.







4.Tuvalu - dulunya dikenal sebagai Kepulauan Ellice, adalah sebuah negara kepulauan yang terletak di antara Hawaii dan Australia di Samudra Pasifik.

Titik tertinggi di antara 114 pulau yang membentuk negara ini hanya setinggi 5 m di atas permukaan laut. Luasnya 26 km2, dengan jumlah penduduk 11.500 (sensus 2006).







5.San Marino – berada di urutan kelima Negara terkecil di dunia, terkecil ketiga di Eropa.

Negara dikelilingi oleh Italia tepatnya di sebelah utara berbatasan dengan provinsi Rimini, daerah Emilia-Romagna dan di sebelah selatan provinsi Pesaro dan Urbino, daerah Marche. Luasnya 61,2 Km, dengan populasi penduduk 29.251 jiwa.







6.Liechtenstein – Negara kecil di perbukitan ini berbentuk kerajaan dengan penduduk 35.000 ini, terletak di antara Swiss dan Austria. Luasnya 160 km2. Liechtenstein adalah salah satu dari dua negara (negara lainnya adalah Uzbekistan) yang posisinya terkurung daratan yang merupakan negara lain.
12.57 | 0 komentar | Read More

Ternyata NARSIS Memang Berhubungan Dengan Gangguan Kejiwaan

Written By Ella on Selasa, 10 Januari 2012 | 14.46





Narsis ternyata masuk dalam gangguan kepribadian. Tepatnya gangguan kepribadian narsistik. Pembaca boleh percaya boleh tidak, memang begitulah sebuah bukti ilmiah menjawabnya.

Bagi orang psikologi, pasti tidak asing lagi dengan yang namanya Buku pegangan PPDGJ dan DSM IV-TR. Dalam buku tersebut dijelaskan, adanya aksis II yaitu gangguan kepribadian.

Diantara sekian macam gangguan kepribadian, ternyata terdapat satu gangguan yang mungkin seseorang tidak menyadari akan adanya gangguan tersebut dalam dirinya. Yaitu narcissistic personality disorder (gangguan kepribadian narsistik).

Dalam buku Essentials Abnormal Psychology karya V. Mark Durand dan David H. Barlow, dijelaskan bahwa gangguan kepribadian narsistik adalah gangguan yang melibatkan pola pervasive dari grandiosities dalam fantasi atau perilaku; membutuhkan pujian dan kurang memiliki empati.

Orang-orang yang menganggap dirinya berbeda dengan orang lain, serta pantas menerima perlakuan khusus, merupakan perilaku yang sangat ekstrem.

Gejala Klinis
Penderita gangguan kepribadian narsistik memiliki perasaan yang tidak masuk akal bahwa dirinya orang penting dan sangat terokupasi dengan dirinya sendiri sehingga mereka tidak memiliki sensivitas dan tidak memiliki perasaan iba terhadap orang lain (Gunderson, Ronningstam, dan Smith, 1995).

Mereka membutuhkan dan mengharapkan perhatian khusus. Mereka juga cenderung memanfaatkan dan mengeksploitasi orang lain bagi kepentingannya sendiri serta hanya sedikit menunjukkan sedikit empati.

Ketika dihadapkan pada orang lain yang sukses, mereka bisa merasa sangat iri hati dan arogan. Dan karena mereka sering tidak mampu mewujudkan harapan-harapannya sendiri, mereka sering merasa depresi. Yang terakhir ini adalah gejala yang paling tampak.

Beberapa penulis, termasuk Kohut (1971, 1977), percaya bahwa gangguan kepribadian narsistik muncul dari kegagalan meniru empati dari orang tua pada masa perkembangan awal anak.

Akibatnya, anak tetap terfiksasi di tahap perkembangan grandiose. Selain itu, anak (dan kelak setelah dewasa) menjadi terlibat dalam pencarian, yang tak berkunjung dan tanpa hasil, figure ideal yang dianggapnya dapat memenuhi kebutuhan empatiknya, yang tak pernah terpenuhi.

Orang-orang yang narsis adalah orang yang meyakini bahwa mereka adalah orang-orang yang lebih daripada orang lain. Namun dibalik rasa percaya dirinya yang teramat kuat, sebenarnya orang narsis memiliki penghargaan terhadap diri sendiri yang lemah, mudah depresi, mudah stress dan mudah tersinggung, meskipun terhadap kritikan kecil.

Sebenarnya kata narsis sendiri berasal dari seorang tokoh bernama Narciscus yang gemar mengagumi dirinya dengan bercermin di atas kolam. Hal inilah yang akhirnya menjadi dasar mengapa orang-orang yang terlalu berlebihan dalam mengagumi dirinya sendiri disebut narsis. Untuk lebih mengenal dan mengetahui perilaku narsis ini, simak beberapa hal berikut yang merupakan ciri-ciri dari PENDERITA NARSIS:

1. Ditandai dengan perilaku yang emosional dan dramatis, dan bahkan terkadang dapat menjadi antisosial.

2. Memiliki perasaan bangga yang berlebihan tentang kehebatan atau keunikan dirinya, misalnya membanggakan kemampuannya, kecantikan atau bakatnya secara berlebihan.

3. Melebih-lebihkan prestasi yang dicapainya atau memusatkan perhatian berlebihan pada permasalahannya.

4. Hanya berfokus pada fantasi tentang sukses, kekuatan, kecemerlangan, kecantikan atau mendapatkan cinta dari pasangan ideal.

5. Selalu membutuhkan dan mengharapkan perhatian dan pujian secara terus-menerus.

6. Dalam merespons kritik atau kekalahan dapat berupa reaksi marah berlebihan.

7. Orang narsis memiliki keyakinan bahwa dialah orang yang merasa lebih dan istimewa daripada orang lain.

8. Kurang bisa memahami emosi dan perasaan orang lain

9. Mengharapkan orang lain untuk selalu setuju dengan segala ide dan rencananya

10. Kadang suka mengambil keuntungan dari orang lain

11. Mengekspresikan penghinaan kepada orang-orang yang dianggapnya lebih rendah

12. Suka cemburu terhadap orang lain

13. Memiliki keyakinan bahwa orang lain selalu cemburu terhadap dirinya

14. Sulit menjaga hubungan yang baik dan sehat

15. Membuat tujuan-tujuan yang seringkali tidak masuk akal

16. Menjadi mudah terluka dan terpukul atas penolakan

17. Memiliki rasa penghargaan terhadap diri sendiri yang rapuh dan lemah

18. Terlihat seperti orang yang keras hati dan emosional

19. Terkadang terselip sifat congkak, angkuh dan sombong

20. Bisa menjadi sangat marah dan tidak sabar bila tidak mendapatkan perlakuan yang istimewa dari seseorang yang diharapkan

21. Memaksakan untuk memiliki segala sesuatu yang terbaik

22. Memiliki perasaan malu dan terhina, dan agar bisa merasa lebih baik, maka akan bereaksi dengan marah, menghina atau meremehkan orang lain.

Dari ciri-ciri tersebut, karakter narsis sekilas terlihat mirip seperti karakter orang dengan rasa percaya diri yang kuat. Padahal hal tersebut tidak lah sama. Orang narsis memang memiliki rasa percaya diri yang kuat, namun rasa percaya diri tersebut adalah rasa percaya diri yang FATAMORGANA mudah runtuh oleh sebuah sentilan dan kritikan yang sebenarnya kurang berarti.
14.46 | 0 komentar | Read More

Syiah Menurut Front Pembela Islam ada 3 Golongan

Written By Ella on Senin, 09 Januari 2012 | 13.32



Dalam sebuah situs webnya (www.fpi.or.id) yang dipublish, Senin, 15 Februari 2010 lalu, DPP FPI telah mengeluarkan pernyataan sikapnya terkait paham Syiah di Indonesia.



Dijelaskan, sehubungan dengan bermunculan beragam macam pertanyaan bahkan fitnah dan tuduhan dalam berbagai blog mau pun facebook di dunia maya tentang aqidah FPI, ditambah lagi banyaknya desakan dari berbagai pihak agar FPI menyampaikan sikapnya secara terbuka tentang Syi'ah dan Wahabi.

Maka kami redaksi fpi.or.id berinisiatif untuk menukilkan pernyataan Ketua Umum FPI Habib Muhammad Rizieq Syihab, MA, saat Diklat Sehari FPI di akhir tahun 2009 yang lalu berkaitan dengan Asas Perjuangan FPI yang terkait asas, aqidah, dan madzhab Organisasi.



FPI adalah organisasi Amar Ma'ruf Nahi Munkar yang berasaskan Isalam dan ber-aqidahkan Ahlus Sunnah Wal Jama'ah serta bermadzhab fiqih Syafi'i. Jadi, FPI bukan Syia'ah atau pun Wahabi.



Pandangan FPI terhadap Syi'ah



Pandangan FPI terhadap Syi'ah sebagai berikut : FPI membagi Syi'ah dengan semua sektenya menjadi Tiga Golongan:



Pertama, SYI'AH GHULAT yaitu Syi'ah yang menuhankan/menabikan Ali ibn Abi Thalib RA atau meyakini Al-Qur'an sudah di-Tahrif (dirubah/ditambah/dikurangi), dan sebagainya dari berbagai keyakinan yang sudah menyimpang dari Ushuluddin yang disepakati semua Madzhab Islam. Syi'ah golongan ini adalah Kafir dan wajib diperangi.



Kedua, SYI'AH RAFIDHOH yaitu Syi'ah yang tidak berkeyakinan seperti Ghulat, tapi melakukan penghinaan/penistaan/pelecehan secara terbuka baik lisan atau pun tulisan terhadap para Sahabat Nabi Saw seperti Abu Bakar ra dan Umar ra atau terhadap para isteri Nabi Saw seperti 'Aisyah ra dan Hafshah ra. Syi'ah golongan ini Sesat, wajib dilawan dan diluruskan.



Ketiga, SYI'AH MU'TADILAH yaitu Syi'ah yang tidak berkeyakinan Ghulat dan tidak bersikap Rafidhah, mereka hanya mengutamakan Ali ra di atas sahabat yang lain, dan lebih mengedapankan riwayat Ahlul Bait daripada riwayat yang lain, secara zhohir mereka tetap menghormati para sahabat Nabi Saw, sedang Bathinnya hanya Allah Swt Yang Maha Tahu, hanya saja mereka tidak segan-segan mengajukan kritik terhadap sejumlah sahabat secara ilmiah dan elegan.



Syi'ah golongan inilah yang disebut oleh Prof. DR. Muhammad Sa'id Al-Buthi, Prof. DR. Yusuf Qardhawi, Prof. DR. Wahbah Az-Zuhaili, Mufti Mesir Syeikh Ali Jum'ah dan lainnya, sebagai salah satu Madzhab Islam yang diakui dan mesti dihormati. Golongan ketiga ini mesti dihadapi dengan Da'wah dan Dialog bukan dimusuhi. (Desastian/fpi.or.id)

   
13.32 | 0 komentar | Read More

Pernahkah Anda Melihat Baju Nabi Adam as ??

Written By Ella on Minggu, 08 Januari 2012 | 16.28

Baju tersebut hanyalah replika dibuat di Jeddah, Arab Saudi. Sekadar untuk melihat setinggi manakah rupa bentuk Nabi Adam A.S.



Seorang pemuda Saudi Hamdan al Mas’udiy melakukan sebuah proyek pembuatan baju Bapak kita, Nabi Adam ‘Alaihissalam. Ide itu muncul setelah membaca sirah Nabi Adam ‘Alaihisalam.. Lalu dia melakukan proyek tersebut berdasarkan apa yang disebutkan dalam sirah dan hadits-hadits Nabi yang menjelaskan bahwa tingginya adalah 60 hasta ((1 Kaki = 30 cm, 1 hasta = 1,5 kaki, jadi 60 hasta = 90 kaki = 30 meter). Maka diapun ingin membuat baju dengan ukuran bapak kita Adam agar manusia bisa mengetahui ukuranNabi Adam yang sebenarnya.





Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Allah menciptakan Adam dan tingginya 60 dzira’ (hasta). Kemudian Allah berfirman kepada Adam: ‘Pergilah, ucapkan salam kepada mereka para malaikat. Lalu dengarlah salam mereka kepadamu, sebagai salammu dan salam keturunanmu!’ Maka Adam berkata: ‘Assalamu’alaikum.’ Malaikat-malaikat Allah menjawab: ‘Assalaamu’alaika warahmatullah’ –mereka menambahnya dengan ‘warahmatullah’. Maka semua orang yang masuk jannah (tinggi badannya) seperti Adam. Dan manusia terus menerus berkurang (ketinggiannya) hingga saat ini.”[ Hadits shahih muttafaqun ‘alaihi]



Berikut ini rincian penjahitan baju tersebut:

Lama penjahitan baju itu adalah 18 hari.



Adapun jumlah gulungan kain yang digunakan dalam penjahitan pakalan itu adalah 40 gulungan dan 30 ribu gulungan benang.



Adapun panjang pakaian itu seperti berikut ini:

Panjang pakaian: 29 m

Lebar antara dua pundak 9 m, lebar dan bawah adalah 12 m

Panjang lengan 10 m, lingkar leher 6 m - kerahnya (diameter lingkar leher) 2 m.



Pemiliki ide ini dibantu oleh 4 orang penjahit. Pakaian itu diletakkan di salah satu lappangan di depan pintu gawang agar orang-orang yang melihat bisa mengkhayalkan bagaimana tubuh bapak kita Adam Alaihi salam
16.28 | 0 komentar | Read More

Facebook Kebobolan, 45 Ribu Kata Sandi Dicuri



Sebuah virus worm (cacing) telah menyusup dan mencuri 45000 data login dari raksasa sosial, Facebook. Data tersebut diyakini telah diambil dari sebagian besar akun Facebook di Inggris dan Perancis. Demikian keterangan menurut perusahaan keamanan Seculert.



"Pelakunya adalah bagian terkenal dari malware yang dijuluki 'Ramnit' yang telah beredar sejak April 2010. Pelaku itu juga sebelumnya yang telah mencuri rincian perbankan," kata Facebook pada BBC.





Pengulangan bentuk terbaru worm ditemukan di laboratorium perusahaan keamanan Seculert."Kami menduga bahwa para penyerang dibelakang 'Ramnit' menggunakan data latar belakang pengguna untuk mencuri kata sandi korban Facebook, dengan mengirimkan link berbahaya kepada teman-teman korban. Sehingga malware menyebar lebih luas, "kata para peneliti, di blog perusahaan.



Peneliti juga menambahkan penjahat cyber juga mengambil keuntungan dari fakta, bahwa pengguna cenderung menggunakan password yang sama diberbagai layanan berbasis web. Dengan itu mereka bisa mendapatkan akses jarak jauh ke jaringan perusahaan," tambahnya.



"Kelihatannya, pembobol canggih sekarang bereksperimen yakni mengganti email lama worm dengan versi lebih mutakhir untuk menyerang jejaring sosial ini.



Terbukti dari pencurian 45 ribu kata sandi pengguna Facebook. Hebatnya, kekuatan virus jaringan sosial ini bisa dimanipulasi untuk menyebabkan kerusakan besar bagi individu atau lembaga, bila di tangan yang salah," kata Seculert.



Menurut Seculert, 800.000 mesin telah ternfeksi 'Ramnit' dari bulan September sampai akhir Desember 2011. Pada Juli 2011 sebuah laporan Symantec memperkirakan bahwa varian worm 'Ramnit' menyumbang 17.3 persen dari semua infeksi baru berbahaya terhadao piranti lunak.



Bagi pengguna Facebook yang khawatir akun passwordnya diculik worm, saran yang paling tepat adalah jalankan software anti-virus yang direkomendasi baik.
16.17 | 0 komentar | Read More

JILBAB/CADAR MENURUT AJARAN YAHUDI, NASRANI, HINDU, BUDDHA, KEJAWEN DAN JIL

Written By Ella on Minggu, 18 Desember 2011 | 10.39

Pada akhir abad ke-20 dan memasuki abad ke-21 ini, pemakaian jilbab semakin semarak di dunia Islam, terutama di Indonesia. Meskipun demikian, praktek berjilbab masih mengundang kontroversi di sejumlah negara di Barat, seperti Perancis, Inggris, dan Amerika. Di negara-negara tersebut jilbab dianggap sebagai pakaian kuno yang akan mengekang kebebasan kaum wanita dan menghambat kemajuan umat Islam. Dalam konteks ini, jilbab selalu dikaitkan dengan persoalan politik dan ideologi. Padahal kewajiban berjilbab  bukan monopoli ajaran Islam  tetapi juga ditetapkan dalam tradisi sebelum Islam. Murtadha Muthahhari menyatakan bahwa hijab dan kain kerudung sudah ada di tengah-tengah sebagian kaum sebelum Islam. Penduduk  Iran tempo dulu, kelompok-kelompok Yahudi, dan juga bangsa India merupakan bangsa pemakai jilbab. Jilbab juga digunakan sebagai pakaian yang terhormat oleh kaum wanita Zaroaster, Hindu, Yahudi, dan Kristen.








Tulisan ini  akan mencoba mengulas praktek berjilbab menurut Yahudi, Nasrani, Hindu, Buddha, Kejawen, dan JIL. Mengulas tema ini penting untuk memahami sejumlah pandangan stereotipikal tentang jilbab yang diidentifikasi sebagat produk budaya  Arab, anti-kemajuan, simbol  kebodohan, terorisme, dan sebagainya. Berkaitan dengan pandangan stereotipikal ini, Zahra Rahnavard mengingatkan kaum wanita untuk menyadari bahwa larangan berjilbab adalah senjata paling ampuh untuk merendahkan dan menghinakan kaum wanita. ["Pesan Pemberontakan Hijab  Jerit Hati Wanita Muslimah, Zahra Rahnavard,(Bogor: Cahaya, 2003), cet. Ke-I, h.22].




JILBAB MENURUT AJARAN YAHUDI


Anjuran memakai jilbab/cadar bagi kaum Yahudi:


Talmud Yahudi menyatakan:
"Apabila seorang wanita melanggar syariat Talmud, seperti keluar ke tengah-tengah masyarakat tanpa mengenakan kerudung atau berceloteh di jalan  umum atau asyik mengobrol bersama laki-laki dari kelas apa pun, atau bersuara keras di rumahnya sehingga terdengar oleh tetangga-tetangganya, maka  dalam keadaan seperti itu suaminya boleh menceraikannya tanpa membayar  mahar padanya." ["Al Hijab", Abul A'la Maududi, h. 6].


Seorang pemuka agama Yahudi, Rabbi Dr. Menachem M. Brayer, Professor Literatur Injil pada Universitas Yeshiva dalam bukunya, The Jewish woman in Rabbinic Literature, menulis bahwa baju bagi wanita Yahudi saat bepergian keluar rumah yaitu mengenakan penutup kepala yang terkadang bahkan harus menutup hampir seluruh muka dan hanya meninggalkan sebelah mata saja. Dalam bukunya tersebut ia mengutip pernyataan beberapa Rabbi (pendeta Yahudi) kuno yang terkenal: “Bukanlah layaknya anak-anak perempuan Israel yang berjalan keluar tanpa penutup kepala” dan “Terkutuklah laki-laki yang membiarkan rambut istrinya terlihat,” dan “Wanita yang membiarkan rambutnya terbuka untuk berdandan membawa kemelaratan.” [Sabda Langit Perempuan dalam Tradisi Islam, Yahudi, dan Kristen, Sherif Abdel Azeem,  (Yogyakarta: Gama Media,  2001), cet. Ke-2, h.74].


Kerudung juga menyimbolkan kondisi yang membedakan status dan kemewahan yang dimiliki wanita yang menge-nakannya. Kerudung kepala menandakan martabat dan keagungan seorang wanita bangsawan Yahudi.


Oleh karena itu di masyarakat Yahudi kuno, pelacur-pelacur tidak diperbolehkan menutup kepalanya. Tetapi pelacur-pelacur sering memakai penutup kepala agar mereka lebih dihormati (S.W.Schneider, 1984, hal 237).


Wanita-wanita Yahudi di Eropa menggunakan kerudung sampai abad ke 19 hingga mereka bercampur baur dengan budaya sekuler. Dewasa ini, wanita-wanita Yahudi yang shalih tidak pernah memakai penutup kepala kecuali bila mereka mengunjungi sinagog (gereja Yahudi).[S.W.Schneider, 1984, hal. 238-239].


Dalam Hukum Rabi Yahudi, wanita Yahudi yang sudah bersuami dan tidak berjilbab dipandang  sebagai wanita yang tidak terhormat. Hukum Rabi Yahudi juga melarang pembacaan dan doa di depan wanita yang sudah menikah tanpa menutup kepala dengan kerudung karena wanita yang membuka rambutnya itu dianggap sebagai wanita telanjang. Wanita ini bahkan dianggap sebagai wanita yang merusak kerendahan hatinya dan didenda dengan empat ratus zuzim karena pelanggarannya.[ibid, h. 74-75]


Syariat jilbab Yahudi yang ditetapkan oleh hukum Rabi maupun kitab Talmud yang diimani oleh  kaum  Yahudi  setelah  kitab  Taurat, menekankan  kepada kaum wanita untuk mentaati dan mengamalkannya. Bahkan ketika wanita Yahudi keluar rumah dan tidak memakai jilbab, maka laki-laki yang melihatnya harus menegurnya untuk berjilbab. Kalau laki-laki itu membiarkannya, maka ia terkutuk. Begitu pula para suami kepada istri-istrinya. Karena itu,  dapat dikatakan berjilbab  merupakan syariat yang harus ditegakkan dalam kehidupan Yahudi.


Jilbab yang dipakai oleh kaum wanita Yahudi bukan  saja sebagai syariat yang harus ditaati,  namun juga sebagai lambang kemewahan, kewibawaan, dan mahalnya harga wanita yang suci, serta menunjukkan status sosial  yang terhormat. Hal ini ditegaskan oleh Menachem M. Brayer bahwa  jilbab wanita Yahudi tidak selamanya dianggap sebagai tanda kesederhanaan atau kerendahan  hati, melainkan juga simbol keistimewaan dan kemewahan, kewibawaan dan superioritas wanita bangsawan, serta menggambarkan mahalnya harga wanita sebagai milik suami yang suci, di  samping sebagai harga diri dan status sosial seorang wanita. [ibid, h. 75].


Pernyataan di atas juga memberikan kesan kuat bahwa jilbab telah dikenakan oleh wanita-wanita sebelum kaum Yahudi, karena jilbab merupakan aturan Tuhan yang diperintahkan kepada para istri-istri Nabi. Jilbab yang dipraktekkan oleh kaum wanita Yahudi tersebut masih bertahan sampai saat ini bahkan wanita-wanita yang berada di Eropa masih mempertahankan  pemakaian jilbab sampai abad ke-19 ketika kehidupan wanita sudah mulai bercampur dengan  kebudayaan sekuler.' wanita-wanita Yahudi di Eropa masih mempertahankan tradisi untuk selalu menutup kepalanya supaya tidak terlihat rambutnya dengan wig. Namun wanita-wanita Yahudi yang ada di Timur Tengah masih menggunakan jilbabnya dikala mau keluar rumah maupun  beribadah kepada Tuhan di Sinagoge. Berarti syariat jilbab mau dipraktekkan dikalangan kaum wanita Yahudi sebagai ketaatan kepada aturan syariat Talmud dan hukum Rabi Yahudi.


Jilbab yang ditekankan oleh syariat Talmud dan hukum Rabi begitu keras dan tegas kepada kaum wanita Yahudi. Akan tetapi di sisi lain, ada syariat Talmud dan aturan hukum para Rabi Yahudi yang begitu menghinakan kaum wanita, seperti diperbolehkannya para wanita untuk menjadi pelacur demi kemenangan kaum Yahudi. Dinyatakan oleh Rabbi Tam  bahwa  berzina  dengan orang non-Yahudi, baik laki-laki maupun perempuan, tidak ada hukumnya, karena orang-orang asing adalah keturunan hewan. [Talmud Kitab Hitam Yahudi Yang Menggemparkan, Muhammad  Asy-Syarqawi,(Jatiwaringin: Sahara, 2004), cet. Ke-1, h. 234].


Ungkapan Rabi Yahudi ini berarti membolehkan pelacuran dan perbuatan perzinahan bagi kaum wanitanya.




JILBAB MENURUT AJARAN NASRANI


Anjuran memakai jilbab/cadar bagi kaum Nasrani:


- "...Tetapi tiap-tiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung, menghina kepalanya, sebab ia sama dengan perempuan yang dicukur rambutnya. Sebab jika perempuan tidak mau menudungi kepalanya, maka haruslah ia juga menggunting rambutnya. Tetapi jika bagi perempuan adalah penghinaan, bahwa rambutnya digunting atau dicukur, maka haruslah ia menudungi kepalanya. Sebab laki-laki tidak perlu menudungi kepalanya: ia menyinarkan gambaran dan kemuliaan Allah. Tetapi perempuan menyinarkan kemuliaan laki-laki. Sebab laki-laki tidak berasal dari perempuan, tetapi perempuan berasal dari laki-laki. Dan laki-laki tidak diciptakan karena perempuan, tetapi perempuan diciptakan karena laki-laki. Sebab itu, perempuan harus memakai tanda wibawa di kepalanya oleh karena para malaikat. Namun demikian, dalam Tuhan tidak ada perempuan tanpa laki-laki dan tidak ada laki-laki tanpa perempuan. Sebab sama seperti perempuan berasal dari laki-laki, demikian pula laki-laki dilahirkan oleh perempuan; dan segala sesuatu berasal dari Allah. Pertimbangkanlah sendiri: Patutkah perempuan berdoa kepada Allah dengan kepala yang tidak bertudung? Bukankah alam sendiri menyatakan kepadamu, bahwa adalah kehinaan bagi laki-laki, jika ia berambut panjang, tetapi bahwa adalah kehormatan bagi perempuan, jika ia berambut panjang? Sebab rambut diberikan kepada perempuan untuk menjadi penudung..."
(Korintus 11: 5-15).


- "...Menjelang senja Ishak sedang keluar untuk berjalan-jalan di padang. Ia melayangkan pandangnya, maka dilihatnyalah ada unta-unta datang. Ribka juga melayangkan pandangnya dan ketika dilihatnya Ishak, turunlah ia dari untanya. Katanya kepada hamba itu: "Siapakah laki-laki itu yang berjalan di padang ke arah kita?" Jawab hamba itu: "Dialah tuanku itu." Lalu Ribka mengambil telekungnya dan bertelekunglah ia."
(Genesis/Kejadian 24: 63-65)


Berjilbab dalam tradisi Kristen tidak jauh berbeda dengan tradsi Yahudi. Wanita-wanita di  sekitar Yesus kristus berjilbab atau berkerudung sesuai dengan praktek wanita-wanita di sekitar para Nabi terdahulu. Pakaian mereka longgar dan menutupi tubuh mereka sepenuhnya. Mereka juga berjilbab untuk menutupi rambutnya. Hal itu berarti bahwa wanita-wanita kristen yang berjilbab merupakan tanda ketaatan kepada Tuhan. Tradisi berjilbab ini bahkan sudah lama dipraktekkan oleh para Biarawati katolik selama ratusan tahun. ["Sabda Langit Perempuan dalam Tradisi Islam, Yahudi, dan Kristen", Sherif Abdel Azeem, (Yogyakarta: Gama Media, 2001), cet. Ke-2, h.76].


Menutup kepala atau berjilbab yang dilakukan oleh para Biarawati Katolik itu sampai kini masih diberlakukan. Namun, wanita-wanita kristen saat ini, baik yang ada di Eropa atau Barat, dan termasuk di Indonesia, tidak memakai jilbab atau menutup kepalanya, walaupun Santo Paulus telah mengingatkan kepada jemaatnya untuk memakai kerudung atau berjilbab.


Menurut St. Paulus, menutup kepala bagi wanita itu sebagai simbol otoritas laki-laki yang  merupakan bayangan dan keagungan Tuhan, karena wanita diciptakan dari laki-laki dan untuk  kepentingan laki-laki pula. [Kitab I Korintus, 11: 7-9]


Begitu pula St.Tertullian menyatakan bahwa wanita muda harus memakai kerudung ketika ia mau pergi ke jalan. Oleh karenanya, wanita diwajibkan untuk memakai jilbab ketika di Gereja  dan ketika berada di antara orang-orang yang tidak dikenal. ["Sabda Langit Perempuan dalam Tradisi Islam, Yahudi, dan Kristen", Sherif Abdel Azeem, (Yogyakarta: Gama Media, 2001), cet. Ke-2, h.76-77].


Dalam kaitan ini, Abu Ameenah Bilal Philips menegaskan bahwa dalam kanon Gereja  katolik  terdapat artikel hukum yang mewajibkan wanita untuk menutup kepala mereka saat berada di  Gereja. Bahkan sekte-sekte Kristen, seperti kaum Amish dan Mennonite memelihara kerudung bagi kaum wanitanya hingga saat ini.["Agama Yesus Yang Sebenarnya", Abu Ameenah Bilal  Philips,(Jakarta: Pustaka Dai, 2004), h. 179].


Namun wanita kristen yang berada di Barat atau di Eropa, atau juga di Indonesia sudah
menanggalkan jilbabnya. Bahkan saat datang ke Gereja pada setiap hari minggu tidak terlihat  jemaat wanitanya memakai jilbab atau kerudung. Berjilbab dalam kristen ternyata sudah  dipraktekkan oleh Ibu Yesus kristus atau Bunda Maria, seperti terlihat dalam gambar-gambar Bunda Maria yang memakai jilbab. St. Paulus menekankan kepada wanita Kristen untuk berjilbab karena termasuk wanita yang mulia dan terhormat. Apalagi Bunda Maria sebagai ibu Yesus yang  suci dan dimuliakan Tuhan.




JILBAB MENURUT AJARAN HINDU


Anjuran memakai jilbab/cadar bagi kaum Hindu:


- "Ketika Brahma berpapasan, ketika Brahma memilihkan anda seorang perempuan, kalian hendaknya menundukkan pandangan, tidak boleh memandang. Anda harus menyembunyikan pergelangan anda, dan tidak boleh memperlihatkan apa yang dipergelangan anda." [Rigveda Book 8 Hymn 33 Verses 19].


- "Orang tidak boleh senonoh, apabila seorang suami mengenakan pakaian istrinya, tidak boleh mengenakan pakaian lawan jenis." [Rigveda Book 10 Hym 85 Verses 30].


- "Rama berkata kepada Shinta, dia memerintahkan agar menundukkan pandangan dan mengenakan kerudung." [Mahavir Charitra Act 2 Page 71].


Hal yang sama juga dilakukan dalam tradisi orang-orang India yang sebagian besar penganut ajaran Hindu. Pakaian yang panjang sampai menyentuh mata kaki dengan kerudung menutupi kepala adalah pakaian khas yang dipakai sehari-hari. [http://cdn-u.kaskus.us/34/pemwid9a.jpg].




JILBAB/CADAR MENURUT AJARAN BUDDHA


Anjuran memakai jilbab/cadar bagi kaum Buddha:


Pada masa Sang Buddha beberapa wanita memakai cadar walaupun lebih sebagai [pelindung] yang sama dengan topi daripada untuk menutupi wajah. Namun sekitar awal milenium pertama, cadar mulai dianggap sebagai hal yang sepantasnya bagi wanita kelas atas dan mereka yang berada dalam rumah tangga kerajaan untuk menutupi diri mereka dengan cadar. Ini merupakan awal dari apa yang disebut purdah, pengasingan para wanita dari khalayak ramai, sebuah trend yang menjadi lebih tersebar luas di India dengan diperkenalkannya agama Islam pada abad ke-13. Para wanita desa di India masih menarik kain sari mereka menutupi wajah mereka di hadapan pria yang tidak ada hubungan dengan mereka.


Lalitavistara [Sutra], sebuah kisah kehidupan Sang Buddha yang fantastis yang disusun sekitar abad pertama SM dan abad ke-3 M, mengandung kisah yang menarik berkenaan dengan masalah wanita memakai cadar. Berdasarkan karya ini, setelah Yasodhara terpilih menjadi istri Pangeran Siddhartha, orang-orang mengkritiknya karena tidak menutupi dirinya dengan cadar di hadapan ayah dan ibu mertuanya. Ini dianggap sebagai tanda ketidaksopanan dan ketidaksetiaan"


Lalitavistara menggambarkan wanita muda tersebut mempertahankan dirinya dalam kata-kata berikut:


“Mereka yang terkendali dalam perbuatan dan perilaku, baik dalam tutur kata, dengan indera-indera terkendali, tenang dan damai, mengapa mereka harus menutupi wajah mereka? Bahkan jika ditutupi dengan seribu cadar, jika mereka tidak tahu malu dan tidak sopan, tidak jujur dan tidak memiliki kebajikan, mereka hidup di dunia ini dengan tidak tertutupi dan tidak terlindungi. Bahkan tanpa ditutupi cadar jika indera-indera dan pikiran mereka terjaga dengan baik, mereka setia pada satu suami, tidak pernah berpikir tentang [pria] yang lain, mereka bersinar bagaikan matahari dan rembulan. Jadi mengapa mereka harus menutupi wajah mereka? Orang-orang bijaksana yang [dapat] membaca pikiran orang lain mengetahui maksudku seperti juga para dewa mengetahui perilaku dan kebajikanku, ketaatan dan kesopananku, Oleh sebab itu, mengapa aku harus menutupi wajahku?”


Walaupun kisah ini diragukan kebenarannya (apocryphal), ini sesuai dengan pandangan Sang Buddha bahwa hal-hal psikologis dan internal lebih penting daripada hal-hal material dan eksternal. [http://sdhammika.blogspot.com/2011/01/veils-and-veiling-buddhist-view.html]


Dewi Kwan Im (Avalokitesvara Bodhisattva) , yang dikenal sebagai Buddha dengan 20 ajaran welas asih, juga digambarkan memakai pakaian suci yang panjang menutup seluruh tubuh dengan kerudung berwarna putih menutup kepala. [http://artikelunik.com/wp-content/uploads/2010/04/kwan_yin.jpg].




Kewajiban memakai jilbab bagi kaum wanita bukan monopoli tradisi Islam. Memakai jilbab juga  bagian dari tradisi keagamaan Yahudi, Nasrani, Hindu dan Buddha. Dalam tradisi Yahudi, jilbab merupakan  simbol ketaatan dan kehormatan wanita terhadap suaminya, bentuk ibadah kepada Tuhan, lambang kemewahan, kewibawaan, kebangsawanan, dan kesucian wanita. Meskipun prakteknya tidak ideal,  kewajiban memakai jilbab dalam tradisi kristen tercermin dalam ungkapan St. Paulus yang menyatakan bahwa wanita yang tidak berjilbab maka harus dicukur rambutnya sampai botak karena dianggap telah menghina suaminya. Islam menegaskan bahwa kaum wanita diwajibkan  untuk berjilbab dan berpakaian yang sopan dan terhormat, tidak tipis dan ketat yang bisa menimbulkan rangsangan birahi dan fitnah. Jilbab dalam Islam tidak mengekang dan membuat wanita menjadi terbelakang melainkan wanita menjadi terjaga kesucian dan kehormatannya, terjaga keamanan dan kemuliaannya. Jadi, wanita muslimah yang berjilbab berarti membumikan  syariat Ilahi dalam kehidupannya sehingga menimbulkan kepribadian yang tangguh dan jati diri wanita yang shalihah.




Lain halnya dengan ajaran Kejawen dan JIL (Jaringan Islam Liberal) yang mana mereka mengatakan bahwa jilbab adalah tidak wajib dan merupakan budaya arab.




JILBAB MENURUT AJARAN KEJAWEN


Jilbab Dilarang Masuk Keraton Yogyakarta:


Yogyakarta - Informasi cara berpakaian yang diperbolehkan masuk Keraton bagi para wartawan simpang-siur. Salah satunya pengenaan jilbab yang semula diperbolehkan masuk Keraton, ternyata direvisi oleh tim media center.


“Bukan jilbabnya yang tidak boleh, tetapi karena ini kegiatan adat istiadat, maka semua wartawan harus bersanggul," kata Haris Djauhari, salah satu anggota tim media center, kepada Tempo, Minggu, 16 Oktober 2011 malam. "Jadi, tidak boleh mengenakan jilbab.”


Meski tidak diperbolehkan, informasi ini tidak disampaikan melalui pengumuman resmi, tetapi pendekatan personal. Pun demikian dengan larangan memakai kebaya brokat. “Kebaya brokat besok jangan dipakai ya, pakai kain kartini saja, bukan brokat,” kata Haris. Motif brokat yang bolong-bolong memang memperlihatkan bagian tubuh. Sementara kalau menggunakan kain tanpa motif brokat, seluruh tubuh tertutup rapat.


Kebiasaan di Keraton, selama ada kegiatan adat istiadat selama ini memang tak memperkenankan jilbab masuk Keraton. Contohnya, sungkeman pada perayaan Idul Fitri atau ngabekten. Untuk perempuannya mengenakan sanggul dan kebaya. Jadi, meskipun para pejabat mengenakan jilbab di pemerintahan, mereka melepaskan jilbab dan menggantinya dengan sanggul. Namun selama Tempo meliput acara di Keraton Kilen, ketika Sri Sultan Hamengku Buwono X sedang mengumumkan sesuatu yang tak berkaitan dengan adat istiadat, beberapa wartawan yang mengenakan jilbab tetap bisa masuk Keraton Kilen.


Tidak satu pintunya informasi ini menyebabkan peliputan tak seragam, khusus untuk wartawan putrinya. Ada yang tidak mengenakan sanggul, ada yang cuma dikuncir, ada pula yang make up lengkap dengan sanggul karena di tata tertib bagi wartawan memang mengumumkan hal itu. Obrolan para wartawan pun akhirnya melebar kepada penyewaan kebaya yang sulit dicari. Mahalnya ongkos make up, sanggul, dan pengenaan kebaya. Seorang wartawan NHK Jepang, misalnya, mengatakan karena tak bisa mengenakan kebaya dan sanggul, dia terpaksa mengambil paket seharga Rp 125.000. “Mahal juga ya,” katanya sembari tertawa.


Seorang wartawan Jerman kesulitan mencari kebaya karena ukuran tubuhnya yang jumbo. Seorang pemilik salon di kawasan Gejayan, Puri, mengaku sudah mencari pinjaman ke mana-mana, tetapi tidak juga menemukan kebaya yang dimaksud. “Wah, saya ikut bingung,” ujarnya.  [BERNADA RURIT TEMPOINTERAKTIF.COM]




JILBAB MENURUT AJARAN JIL (JARINGAN ISLAM LIBERAL)


Jilbab adalah tidak wajib, hanya budaya Arab!


- Muhammad Sa’id Al-Asymawi, seorang tokoh liberal Mesir, yang memberikan peryataan kontroversial bahwa jilbab adalah produk budaya Arab. Pemikirannya tersebut dapat dilihat dalam buku Kritik Atas Jilbab yang diterbitkan oleh Jaringan Islam Liberal dan The Asia Foundation.


Dalam buku tersebut diyatakan bahwa jibab itu tak wajib. Bahkan Al-Asymawi dengan lantang berkata bahwa hadits-hadits yang menjadi rujukan tentang kewajiban jilbab atau hijâb itu adalah Hadis Ahad yang tak bisa dijadikan landasan hukum tetap. Bila jilbab itu wajib dipakai perempuan, dampaknya akan besar. Seperti kutipannya: “Ungkapan bahwa rambut perempuan adalah aurat karena merupakan mahkota mereka. Setelah itu, nantinya akan diikuti dengan pernyataan bahwa mukanya, yang merupakan singgasana, juga aurat. Suara yang merupakan kekuasaannya, juga aurat; tubuh yang merupakan kerajaannya, juga aurat. Akhirnya, perempuan serba-aurat.” Implikasinya, perempuan tak bisa melakukan aktivitas apa-apa sebagai manusia yang diciptakan Allah karena serba aurat.


Buku tersebut secara blak-blakan, mengurai bahwa jilbab itu bukan kewajiban. Bahkan tradisi berjilbab di kalangan sahabat dan tabi’in, menurut Al-Asymawi, lebih merupakan keharusan budaya daripada keharusan agama.[http://islamlib.com/id/index.php?page=article&id=339]


- M. Quraish Shihab (beliau adalah seorang cendekiawan muslim dalam ilmu-ilmu Al- Qur’an dan mantan Menteri Agama pada Kabinet Pembangunan VII (1998). Ia dilahirkan di Rappang, pada tanggal 16 Februari 1944. Ia adalah kakak kandung mantan Menko Kesra pada Kabinet Indonesia Bersatu, Alwi Shihab),
Dalam menafsirkan surat Al-Ahzab: 59,  M. Quraish Shihab memiliki pandangan yang aneh dengan manyatakan bahwa Allah tidak memerintahkan wanita muslimah memakai jilbab. Pendapatnya tersebut ialah sebagai berikut:


“Ayat di atas tidak memerintahkan wanita muslimah memakai jilbab, karena agaknya ketika itu sebagian mereka telah memakainya, hanya saja cara memakainya belum mendukung apa yang dikehendaki ayat ini. Kesan ini diperoleh dari redaksi ayat di atas yang menyatakan jilbab mereka dan yang diperintahkan adalah “Hendaklah mereka mengulurkannya.” Nah, terhadap mereka yang telah memakai jilbab, tentu lebih-lebih lagi yang belum memakainya, Allah berfirman: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya.”[M. Quraish Shihab, Tafsir Al-Mishbah, Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Quran (Jakarta: Lentera Hati, 2003), cet I, vol. 11, hal. 321.]


Demikianlah pendapat yang dipegang oleh M. Quraish Shihab hingga sekarang. Hal ini terbukti dari tidak adanya revisi dalam bukunya yang berjudul Tafsir Al-Misbah, meskipun sudah banyak masukan dan bantahan terhadap pendapatnya tersebut.


Di samping mengulangi pandangannya tersebut ketika menafsirkan surat An-Nur ayat 31, M. Quraish Shihab juga mengulanginya dalam buku Wawasan Al-Qur’an. Tidak hanya itu, ia juga menulis masalah ini secara khusus dalam buku Jilbab Pakaian Wanita Muslimah: Pandangan Ulama Masa Lalu dan Cendekiawan Kontemporer, yang diterbitkan oleh Pusat Studi Quran dan Lentera Hati pada Juli 2004. Ia bahkan mempertanyakan hukum jilbab dengan mengatakan bahwa tidak diragukan lagi bahwa jilbab bagi wanita adalah gambaran identitas seorang Muslimah, sebagaimana yang disebut Al-Qur’an. Tetapi apa hukumnya?[M. Quraish Shihab, Wawasan Al-Quran, (Bandung: Mizan, 1998), cet VII, hal. 171]


M. Quraish Shihab juga membuat Sub bab: Pendapat beberapa ulama kontemporer tentang jilbab yang menjadi pintu masuk untuk menyampaikan pendapat ganjilnya tersebut. Ia menulis:


Di atas—semoga telah tergambar—tafsir serta pandangan ulama-ulama mutaqaddimin (terdahulu) tentang persoalan jilbab dan batas aurat wanita. Tidak dapat disangkal bahwa pendapat tersebut didukung oleh banyak ulama kontemporer. Namun amanah ilmiah mengundang penulis untuk mengemukakan pendapat yang berbeda—dan boleh jadi dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam menghadapi kenyataan yang ditampilkan oleh mayoritas wanita Muslim dewasa ini.[Ibid, hal. 178.]


Selanjutnya, M. Quraish Shihab menyampaikan bahwa jilbab adalah produk budaya Arab dengan menukil pendapat Muhammad Thahir bin Asyur:


فنحن نوقن أن عادات قوم ليست يحق لها بما هي عادات أن يحمل عليها قوم آخرون فى التشريع ولا أن يحمل عليها أصحابها كذلك (مقاصد الشريعة ص 91)


Kami percaya bahwa adat kebiasaan satu kaum tidak boleh—dalam kedudukannya sebagai adat—untuk dipaksakan terhadap kaum lain atas nama agama, bahkan tidak dapat dipaksakan pula terhadap kaum itu.


Bin Asyur kemudian memberikan beberapa contoh dari Al-Quran dan Sunnah Nabi. Contoh yang diangkatnya dari Al-Quran adalah surat Al-Ahzab (33): 59, yang memerintahkan kaum Mukminah agar mengulurkan Jilbabnya. Tulisnya:


و فى القرآن: يَاأَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ” فهذا شرع روعيت فيه عادة العرب فالأقوام الذين لا يتخذون الجلابيب لا ينالهم من هذا التشريع نصيب ” مقاصد الشريعة ص 19


Di dalam Al-Quran dinyatakan, Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin; hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka, yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenal sehingga tidak diganggu. Ini adalah ajaran yang mempertimbangkan adat orang-orang Arab, sehingga bangsa-bangsa lain yang tidak menggunakan jilbab, tidak memperoleh bagian (tidak berlaku bagi mereka) ketentuan ini.[M. Quraish Shihab, Wawasan Al-Quran, (Bandung: Mizan, 1998), cet VII, hal. 178-179.]


Untuk mempertahankan pendapatnya, M. Quraish Shihab berargumen bahwa meskipun ayat tentang jilbab menggunakan redaksi perintah, tetapi bukan semua perintah dalam Al-Qur’an merupakan perintah wajib. Demikian pula, menurutnya hadits-hadits yang berbicara tentang perintah berjilbab bagi wanita adalah perintah dalam arti “sebaiknya” bukan seharusnya.[Ibid, hal. 179.]


M. Qurash Shihab juga menulis hal ini dalam Tafsir Al-Misbah ketika menafsirkan surat An-Nur ayat 31. Di akhir tulisan tentang jilbab, M. Qurais Shihab menyimpulkan:


Memang, kita boleh berkata bahwa yang menutup seluruh badannya kecuali wajah dan (telapak) tangannya, menjalankan bunyi teks ayat itu, bahkan mungkin berlebih. Namun dalam saat yang sama kita tidak wajar menyatakan terhadap mereka yang tidak memakai kerudung, atau yang menampakkan tangannya, bahwa mereka “secara pasti telah melanggar petunjuk agama.” Bukankah Al-Quran tidak menyebut batas aurat? Para ulama pun ketika membahasnya berbeda pendapat.[Ibid, hal. 179.]


Dari pemaparan di atas, dapat diketahui bahwa M. Quraish Shihab memiliki pendapat yang aneh dan ganjil mengenai ayat jilbab. Secara garis besar, pendapatnya dapat disimpulkan dalam tiga hal. Pertama, menurutnya jilbab adalah masalah khilafiyah. Kedua, ia menyimpulkan bahwa ayat-ayat Al-Quran yang berbicara tentang pakaian wanita mengandung aneka interpretasi dan bahwa Al-Qur’an tidak menyebut batas aurat. Ketiga, ia memandang bahwa perintah jilbab itu bersifat anjuran dan bukan keharusan, serta lebih merupakan budaya lokal Arab daripada kewajiban agama. Betulkah kesimpulannya tersebut? Tulisan ini mencoba untuk mengkritisinya.
["Meluruskan Qurais Sihab dan JIL tentang Jilbab" oleh FAHRUR MU’IS].




Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, "Apakah kamu lebih mengetahui ataukah Allah? " (al-Baqarah : 140).


Allah Ta'ala berfirman,"Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin ? (QS. AL MAA'IDAH: 50).


Allah Ta'ala berfirman, "Tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai" (ar-Rum: 6-7).




Oleh Abu Fahd Negara Tauhid.
10.39 | 0 komentar | Read More

Orang Kreatif Cenderung Tidak Jujur

Written By Ella on Kamis, 01 Desember 2011 | 20.28

Orang-orang kreatif cenderung berpikir 'outside the box', anugerah kelenturan daya pikir yang ternyata juga dapat diterapkan untuk hal-hal yang menyentuh etika. Sayangnya, menurut penelitian terbaru, orang yang kreatif lebih cenderung tidak jujur.



Dalam serangkaian percobaan yang dimuat dalam Journal of Personality and Social Psychology, peneliti menguji lima kelompok yang terdiri dari masing-masing sekitar 100 orang. Pada tiap kelompok, para peneliti memberikan tes untuk mengetahui tingkat pemikiran kreatif dan kecerdasan peserta. Kemudian, peneliti memberi peserta tugas-tugas yang dirancang agar peserta dapat berbuat curang dengan mudah.



Para peserta diberi kuis pengetahuan umum yang berisi pertanyaan-pertanyaan seperti "Seberapa jauh lompatan kanguru?" dan "Apa ibukota Italia?". Peserta diberitahu bahwa mereka akan mendapat uang 10 sen untuk setiap jawaban yang benar. Peneliti kemudian meminta peserta tes untuk menyalin jawaban mereka yang dilingkari pada lembaran jawaban soal. Peneliti menjelaskan bahwa ia tak sengaja mengkopi kunci jawaban sehingga jawaban yang benar sedikit terlihat pada lembar jawaban soal.



Para peserta diberi penjelasan bahwa kecurangan apapun tidak akan terdeteksi ketika mereka menyalin jawaban. Namun dalam kenyataannya, setiap kertas jawaban memiliki kode unik yang dapat mengenali masing-masing peserta. Para peneliti menemukan bahwa orang yang mendapat skor tinggi dalam tes kreativitas lebih mungkin berbuat curang ketika mengisi lembar jawaban.



Dalam percobaan kedua, peserta diperlihatkan gambar-gambar garis diagonal dengan titik-titik di kedua sisinya dan diminta menentukan sisi manakah yang memiliki titik lebih banyak. Dalam setengah dari 200 percobaan, hampir mustahil untuk mengatakan sisi manakah yang memiliki lebih banyak titik.



Tetapi peserta sudah diberitahu bahwa mereka akan dibayar 10 kali lebih banyak jika mengatakan bahwa sisi kanan memiliki titik lebih banyak. Orang-orang mednapat skor kreativitas yang tinggi lebih cenderung memilih sisi kanan.



"Dilema seringkali menempatkan orang untuk menimbang dua hal yang bertentangan: keinginan untuk memaksimalkan kepentingan diri sendiri dan keinginan untuk mempertahankan pandangan positif terhadap diri sendiri," kata peneliti, Francesca Gino, profesor bisnis dari Universitas Harvard seeprti dilansir Time Healthland, Rabu (30/11/2011)



Menurut para peneliti, ketidakjujuran dan inovasi adalah dua tema yang paling banyak ditulis di dalam media populer. Namun sampai saat ini, hubungan antara kreativitas dan perilaku tidak jujur ​​belum diteliti secara empiris. Temuan ini menunjukkan bahwa orang yang kreatif atau bekerja di lingkungan yang mendukung pemikiran kreatif mungkin yang paling berisiko ketika menghadapi dilema etika.



"Penelitian kami telah menunjukkan bahwa individu cenderung menyelesaikan ketegangan melalui rasionalisasi: berperilaku tidak jujur ​​untuk mendapat keuntungan dari perilaku tidak etisnya tetapi cukup jujur ​​untuk mempertahankan konsep diri positif sebagai manusia yang jujur," kata Profesor Dan Ariely dari Duke University yang ikut membantu penelitian.



Seperti yang ditunjukkan kedua percobaan di atas, ketidakjujuran yang dilakukan oleh orang-orang kreatif seringkali terlihat samar. Jika tidak bisa benar-benar tahu sisi mana yang memiliki titik lebih banyak, memilih sisi kanan tidak terang-terangan berbuat curang, bukan? 
 
Putro Agus Harnowo - detikcom
20.28 | 0 komentar | Read More

Seni Body Painting Siswa SMKN I Buduran Yang Mengundang Laknat

Aneka kreasi dan keahlian para siswa sekolah di Sidoarjo, ditunjukkan Education Expo (SIEDEX) 2011 di Convention Hall Mal Sun City Sidoarjo, Rabu (30/11/2011).



Ada yang memajang aneka piala atas prestasi siswa, keunggulan sekolah, dan lain sebagainya. Ada pula dalam dalam edukasi memajang karya manusia pohon sebagai aplikasi pelajaran body painting. Seperti yang ditunjukkan siswa SMKN 1 Buduran.



Stand SMK I Buduran ini juga mengundang perhatian para pengunjung. Manusia pohon ini hasil karya dua siswa SMKN 1 Buduran jurusan Tata Kecantikan Rambut, salah satunya Malihatul Masruah.

"Sengaja warna mencolok kami padukan dalam menggambar agar serasi dan indah dipandang," ucap siswa kelas X jurusan Tata Kecantikan Rambut itu.



Diakuinya, dalam mendandani Fany Cindy teman sekelasnya yang pamerkan jadi model manusia pohon itu, butuh waktu tiga jam.



Tubuh dibentuk aneka macam bagian dari pohon. Rambut Fany didandani ala akar pohon. Tubuhnya pun dipenuhi gambar daun dan ranting pohon. Sedangkan kakinya disulap bak batang pohon.



Entahlah kalau mau di bilang hal ini yang namanya kreativitas, namun sayang sekali jika kreativitas yang dilakukan oleh para siswa ini menjurus pada hal-hal yang dilarang oleh Allah, yakni mempertontonkan aurat wanita, mungkin mereka berdalih ah...inikan hanya bentuk pohon jadi tidak menonjolkan sisi-sisi keelokan tubuh wanita, tapi perlu juga dicermati bahwa ini adalah langkah awal bagi syetan untuk menjerumsukan manusia, kalau kita tidak berhati-hati, bisa-bisa body painting yang sekarang malah jadi salah satu bidang study yang diajarkan di sekolah, yang menurut saya mengarah kepada pornografi akan dikatakan sebagai suatu bentuk seni kreasi manusia yang tidak boleh di batasi.



Ah...kalau semuanya berpendapat seperti ini lalu dimana nilai moral bangsa ini yang akan semakin merosot, padahal sungguh alangkah malunya kita sebagai seorang muslim, padahal mereka yang melakukan praktek ini ternyata juga seorang muslim.



12.03 | 0 komentar | Read More

Menjawab Tudingan Kristen (2): Mengungkap Kontradiksi Angka 40 Ribu plus 18 Tahun dalam Bibel

Written By Ella on Rabu, 30 November 2011 | 13.56

Kasus kesalahan dan kontradiksi angka yang cukup fatal sangat mencolok justru dialami oleh Bibel, terutama dalam kitab Perjanjian Lama. Misalnya tentang kisah kekayaan Raja Sulaiman (Salomo) dalam kitab 1 Raja-raja 4:26 sebagai berikut:
 
“Dan lagi adalah pada radja Solaiman empatpuluh ribu kandang akan segala rata baginda dan duabelas ribu orang berkuda” (Alkitab terbitan Lembaga Alkitab tahun 1960).


“Lagipula Salomo mempunyai kuda empat ribu kandang untuk kereta-keretanya dan dua belas ribu orang berkuda” (Alkitab terbitan Lembaga Alkitab tahun 1979).


Perhatikan baik-baik, dalam ayat yang sama yang diterbitkan berbeda tahun, terjadi korupsi angka 90 persen dari angka 40.000 menjadi 4.000.


Pemangkasan angka dari 40.000 menjadi 4.000 dalam kitab Raja-raja itu jelas bukan sekedar memperbaiki redaksi bahasa, melainkan merombak esensi ayat secara signifikan. Karena bagaimanapun juga, penambahan satu angka nol (0) sangat besar artinya. Merubah 40.000 menjadi 4.000 itu berarti membuang nilai 36.000. Satu angka yang cukup fantastis, terlebih bila tertera dalam kitab suci firman Tuhan.


Kekeliruan satu angka nol (0) dalam dunia bisnis saja sangat fatal akibatnya, terlebih jika menimpa kitab suci. Betapa aneh jika dalam ayat yang sama dengan cerita yang sama pula, selisih 19 tahun penerbitan angka 40.000 berkurang satu angka nol menjadi 4.000.


Bila diteliti lebih lanjut, ternyata revisi angka itu sangat manjur untuk membuang kontradiksi ayat. Sebab jika Alkitab tahun 1960 itu tidak direvisi, maka terjadilah kontradiksi ayat mengenai kekayaan Raja Salomo dengan versi kitab Tawarikh yang menyebutkan bahwa Salomo hanya memiliki 4.000 kandang kuda. Perhatikan ayat berikut:


“Salomo mempunyai juga empat ribu kandang untuk kuda-kudanya dan kereta-keretanya dan dua belas ribu orang berkuda, yang ditempatkan dalam kota-kota kereta dan dekat raja di Yerusalem” (2 Tawarikh 9:25).


“And Solomon had four thousand stalls for horses and chariots, and twelve thousand horsemen; whom he bestowed in the chariot cities, and with the king at Jerusalem” (2 Chronicles 9:25, King James Version).


Supaya tidak kontradiktif, maka dibuanglah satu angka nol dalam kitab Raja-raja. Tapi tanpa disadari, hal ini justru mengakibatkan kontradiksi yang lebih nyata antara ayat yang sama terhadap cetakan tahun yang berbeda.


Kontradiksi dan revisi ayat Bibel yang tak kalah fatalnya adalah mengenai angka tahun, dalam ayat berikut:


“Adapon oemoer Jehojachin pada masa ija naik radja itoe doelapan tahoen, maka karadjanlah ija diJeroezalim tiga boelan dan sapoeloeh hari lamanja, maka dipêrboewatnja barang jang djahat kepada pêmandangan Toehan” (2 Tawarikh 36:9, Alkitab tahun 1928).


“Yoyakhin berumur delapan belas tahun pada waktu ia menjadi raja dan tiga bulan sepuluh hari lamanya ia memerintah di Yerusalem. Ia melakukan apa yang jahat di mata Tuhan. (2 Tawarikh 36:9, Alkitab tahun 2002).


Ayat yang sama dalam dua versi tersebut jelas bertentangan dan tidak mungkin keduanya diyakini sebagai kebenaran. Pasti ada salah satu yang salah, bahkan bisa jadi keduanya salah.


Penambahan angka satu (1) pada angka 8 tersebut bukan tak ada artinya. Sebab bila angka dalam ayat itu tidak direvisi, maka terjadilah kontradiktif dengan kitab Raja-raja. Sebab dalam kitab II Raja-raja 24:8 disebutkan bahwa Yoyakhin berusia 18 tahun ketika jadi raja Yerusalem.


“Yoyakhin berumur delapan belas tahun pada waktu ia menjadi raja dan tiga bulan lamanya ia memerintah di Yerusalem” (II Raja-raja 24: 8, Alkitab tahun 2002).


Jika kontradiksi antara kitab Tawarikh dengan kitab Raja-raja itu dibiarkan, maka Alkitab (Bibel) tidak laku di pasaran dan “ketinggalan kereta” dengan kitab-kitab suci agama lainnya.


Mendengar jawaban itu, Kristen tahun 1928 bisa menerima dan memahami. Tapi mereka masih belum puas, karena masih ada pertanyaan yang belum terjawab, kenapa nama “Yehoyakim” diganti “Yoyakim” dan nama “Yehoyakhin” diganti “Yoyakhin”? Sebab penambahan huruf dalam nama seseorang itu bisa merubah makna yang sangat jauh.


Dengan data-data ini, jelaslah bahwa ada ayat kontradiktif dalam Bibel. Adanya revisi ayat untuk menghilangkan kontradiktif, justru semakin membuktikan bahwa dalam Bibel ada campur tangan manusia. 


A Ahmad Hizbullah MAG/suara-islam.com

Publikasi: voa-islam.com
13.56 | 0 komentar | Read More

Menjawab Tudingan Kristen (1): Soal Selisih Angka 49 Ribu dalam Al-Qur'an

Beberapa waktu lalu penulis mendapat pesan singkat dari seorang Kristen Advent yang mengaku jemaat Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMIH).
Mulanya ia bertanya, “Bapak ustadz yang saya hormati, saya ingin bertanya kepada bapak. Satu masa di hadapan Tuhan itu kadarnya sama dengan 1.000 tahun atau 50.000 tahun?”
Gayanya memang bertanya, tapi ternyata sekedar memancing dialog, karena motif aslinya memang menggugat Al-Qur'an sebagai kitab kontradiktif. Gaya bertanya seperti itu sudah sering penulis terima dari berbagai email.


Setelah pesan singkat dijawab, maka terjadilah dialog ‘gayung bersambug’ yang ujung-ujungnya terbukti, bahwa tujuan penanya Kristen adalah menggugat tiga ayat Al-Qur'an yang dianggap kontradiktif, yaitu surat Al-Ma'arij 4 dengan Al-Hajj 47 dan As-Sajdah 5.
Menurut mereka, ayat-ayat ini bertentangan, karena surat Al-Ma’arij 4 menyatakan satu hati Tuhan sama dengan 50.000 tahu, sedangkan surat Al-Hajj 47 dan As-Sajdah 5 menyatakan bahwa satu hari Tuhan sama dengan 1.000 tahun.
Bila berhasil membuktikan adanya kontradiksi ayat dalam Al-Qur'an, maka otomatis para penginjil itu berhasil menggugurkan otentisitas Al-Qur'an sebagai wahyu Allah SWT. Karena salah satu bukti Al-Qur'an Kalamullah adalah suci dari berbagai kontradiktif, sebagaimana firman-Nya:


“Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Qur’an? Kalau sekiranya Al-Qur’an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya” (Qs. An-Nisa’ 82).


Benarkah ayat-ayat Al-Qur'an tersebut kontradiktif? Sebelum menjawabnya, mari kita baca ayat yang dimaksud:
“Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun” (Qs Al-Ma'arij 4).


“Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu” (Qs Al-Hajj 47).


“Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu” (Qs As-Sajdah 5).


Bagi para penginjil, bilangan ayat-ayat tersebut bertentangan karena mata mereka hanya terfokus pada angka 50.000 dan 1.000.


Anggapan kontradiktif terhadap ayat-ayat Al-Qur'an ini nampak karena mereka membaca ayat secara tidak konsisten. Padahal bila dibaca secara cermat, ayat-ayat tersebut sama sekali tidak kontradiktif.


Mari kita perhatikan baik-baik dengan teliti! Surat Al-Ma'arij 4 menerangkan bahwa para malaikat dan Jibril naik (ta’ruju) menghadap Allah memakan waktu yang sangat singkat, tetapi jika dilakukan manusia akan memakan waktu 50.000 ribu tahun. Hal ini menunjukkan bahwa Arasy Allah itu sangat jauh dan tinggi, tidak akan dapat dicapai oleh hamba-hamba-Nya yang manapun.


Sedangkan Al-Hajj 47 dan As-Sajdah 5 menyatakan bahwa lamanya waktu sehari di sisi Allah jika disamakan dengan lamanya waktu di dunia menurut perhitungan manusia adalah 1.000 tahun. Perkataan seribu tahun dalam bahasa Arab tidak selamanya berarti 1000 dalam arti sebenarnya, tetapi kadang-kadang digunakan untuk menerangkan banyaknya sesuatu jumlah atau lamanya waktu yang diperlukan. Dalam ayat ini bilangan seribu itu digunakan untuk menyatakan lamanya waktu kehidupan alam semesta ini.


Kedua ayat ini sama sekali tidak bertentangan karena berbicara tentang dua tema yang berbeda. Hanya orang yang tak punya akal sehat saja yang menganggap dua ayat Al-Qur'an tersebut kontradiktif!


Kekeliruan bukan pada Al-Qur'an, tapi pada mata pikiran sesat dalam memandang Al-Qur'an secara tidak fair, sehingga mengakibatkan salah paham dan bahkan tersesat dari kebenaran!! 


A Ahmad Hizbullah MAG/suara-islam.com
Publikasi: voa-islam.com
13.18 | 0 komentar | Read More

Mahasiswa Kedokteran Tolak Teori Darwinisme

Written By Ella on Senin, 28 November 2011 | 20.24

Mahasiswa Muslim, termasuk calon dokter di salah satu program medis terkemuka di Inggris, memilih keluar dari ruang kuliah saat pembahasan teori evolusi. Mereka mengklaim hal itu bertentangan dengan ide-ide kreasionis yang disebutkan dalam Alquran.

Padahal di University College London tempat mereka belajar, teori Darwin merupakan bagian penting dari silabus.

Serupa dengan keyakinan yang diungkapkan oleh orang-orang Kristen fundamentalis, mahasiswa Muslim di kampus itu bersikeras mempertahankan pendapat bahwa Allah lah yang menciptakan dunia, manusia, dan semua spesies  dalam sebuah tindakan tunggal.

Steve Jones, profesor emeritus genetika manusia di University College London, telah mempertanyakan mengapa para mahasiswa tersebut belajar biologi jika hal itu bertentangan dengan keyakinan mereka.

"Mereka tidak datang [kuliah] atau mereka mengeluh tentang hal itu atau mereka mengirim catatan atau email mengatakan bahwa mereka tidak harus mempelajari hal ini. Saya tidak benar-benar memahaminya, saya tidak religius, mereka menolak gagasan bahwa ada suatu proses acak di luar sana di luar kehendak Tuhan," kata Jones.

Awal tahun ini Usama Hasan, iman dari masjid al-Tauhid di Leyton, menerima ancaman hukuman mati setelah berpendapat bahwa Darwinisme dan Islam mungkin kompatibel.

Sumber dalam kelompok Muslims4UK sebagian menyalahkan semakin populernya keyakinan penciptaan dalam Islam yang digagas penulis Turki, Harun Yahya. Ia menulis beberapa buku yang mencela Darwinisme.

Ahli biologi evolusioner dan profesor dari Oxford, Richard Dawkins, menyatakan keprihatinannya pada makin bertambahnya jumlah mahasiswa yang menolak teori darwin dan memilih tak mengikuti kuliah tentang teori evolusi.


Teori Darwin atau teori-teori yang bertentangan dengan Al Qur'an cocok dengan kehendak setan. Ia kekufuran bukan Islam dan membuang Allah sebagai pencipta, lalu tiada pencipta. Bahkan tiada Allah tapi ada dunia seisinya. Ia mirip dengan doktrin PKI yang anti Islam. Berdustalah Darwin dan benarlah Allah sebagaimana ayat:

اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ وَأَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَكُمْ وَسَخَّرَ لَكُمُ الْفُلْكَ لِتَجْرِيَ فِي الْبَحْرِ بِأَمْرِهِ 





وَسَخَّرَ لَكُمُ الْأَنْهَارَ                

Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit, kemudian Dia mengeluarkan dengan air hujan itu berbagai buah-buahan menjadi rezki untukmu, dan Dia telah menundukkan bahtera bagimu supaya bahtera itu berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu sungai-sungai.(Surah Ibrahim 22)
20.24 | 0 komentar | Read More

Syiah Ingin Merebut Ka'bah, Masjidil Haram dan Medinah


Slogan-slogan menentang keluarga kerajaan telah menghiasi dinding-dinding di jantung kota Syiah di timur Arab Saudi, lokasi bentrokan mematikan demonstran syiah dengan pasukan keamanan, seorang fotografer AFP melaporkan Jumat kemarin (25/11).




"Keluarga Al-Saud yang berkuasa harus bertanggung jawab atas darah para martir", "Turunkan Muhammad bin Fahd bin Abdul Aziz", gubernur Provinsi Timur kerajaan, ditulis di jalan-jalan kota Al-Qatif.







Pasukan keamanan menjaga pintu masuk dan melakukan patroli di al-Qatib, meskipun tidak ada insiden yang dilaporkan selama kunjungan yang diselenggarakan oleh pemerintah Saudi bagi wartawan yang berbasis di Riyadh.Menurut pihak berwenang dan sumber medis, empat orang ditembak mati dalam kerusuhan sejak hari Minggu lalu di wilayah timur yang didominasi Syiah Saudi.




Pangeran Muhammad bin Fahd telah berjanji bahwa kementerian dalam negeri akan menyelidiki insiden kematian tersebut.




Pada hari Jumat kemarin, ulama Syiah dalam khutbah jumatnya menyerukan pihak berwenang untuk bersikap lunak terhadap komunitas mereka, yang sering mengeluh karena terpinggirkan di negara kaya minyak Teluk tersebut.




"Pemerintah diminta untuk membuat isyarat peredaan untuk mengakhiri diskriminasi sehingga bisa menyembuhkan luka kami," kata Syaikh Hassan Saar, seorang ulama Syiah.




Namun, Mufti Arab Saudi Syaikh Abdul Aziz Al-Syaikh, dikutip dalam surat kabar Okaz, menuduh bahwa "para pengacau dari Al-Qatif dilakukan oleh sebuah geng yang mengambil perintah dari luar negeri," sebagai kiasan untuk menyebut Syiah Iran.




Di Iran, seorang ulama senior Syiah yang berhaluan keras mengatakan pada Jumat kemarin bahwa dinasti Al-Saud harus menyerahkan kekuasaan, semberi memberi peringatan bahwa nasib raja Abdullah akan digulinggkan seperti Hosni Mubarak.




"Anda harus menyerahkan kekuasaan dan memberikannya kepada rakyat. Mereka akan membentuk pemerintahan rakyat," kata Ayatollah Ahmad Jannati dalam khutbah jumat di Universitas Teheran.(fq/afp)




Sumber: http://www.eramuslim.com/berita/dunia/grafiti-anti-kerajaan-hiasi-dinding-dinding-di-kota-syiah-sebelah-timur-saudi.htm




Judul asli: Grafiti Anti-Kerajaan Hiasi Dinding-Dinding di Kota Syiah Sebelah Timur Saudi



Sejak dulu, bukan sekarang saja, kaum syi`ah ingin menguasai kota Mekkah dan Medinah, mulai  dari revolosi Iran dimana mahasiswa Iran saat itu membawa poster Ka`bah  dengan dua senapan di bawahnya yang memberikan isarat bahwa revolosi Iran takkah berhenti tapi berjalan terus hingga ke Ka`bah. 





Bila benar, Syi`ah berkuasa di sana, maka kesyirikan bukan tauhid yang berada di Iran akan di expor ke Mekkah dan Medinah. Ritual Asyuro yang melukai tubuh lalu mengeluarkan darah segar akan banyak di lakukan di sekitar Ka`bah dan kuburan Nabi. Lalu kuburan akan ramai dan masjid akan sunyi sebagaimana di Iran, orang – orang akan ramai melaknat Abu bakar dan Umar. Syi`ah ingin rebut Ka`bah, Masjidil haram, Masjid Medinah sebagaimana Yahudi merebut masjidil aqsha.




11.30 | 0 komentar | Read More

Apakah Sang Pendosa Bisa Masuk Surga ?

Written By Ella on Sabtu, 26 November 2011 | 15.22







Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu berkata: Aku pernah mendengar
Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: ”Ada dua orang
laki-laki dari kalangan Bani Israil yang saling bersaudara. Yang satu
rajin ibadah dan lainnya berbuat dosa. Lelaki yang rajin beribadah
selalu berkata kepada saudaranya, ‘Hentikan perbuatan dosamu!” Suatu
hari ia melihat saudaranya berbuat dosa dan ia berkata lagi, ‘Hentikan
perbuatan dosamu!” (Lelaki yang berbuat dosa berkata), “Biarkan antara
aku dan Tuhanku. Apakah kamu diutus untuk mengawasiku?”. Ia (Lelaki yang
rajin beribadah) berkata lagi, “Demi Allah, Allah tidak akan
mengampunimu!” atau “Dia tidak akan memasukanmu ke surga!”



Kemudian Allah mengutus malaikat kepada keduanya untuk mengambil ruh
keduanya hingga berkumpul di sisi-Nya. Allah berkata kepada orang yang
berdosa itu,“Masuklah kamu ke surga berkat rahmat-Ku.”




Lalu Allah bertanya kepada lelaki yang rajin beribadah,“Apakah kamu
mampu menghalangi antara hamba-Ku dan rahmat-Ku?” Dia menjawab, “Tidak,
wahai Tuhanku.” Allah berfirman untuk yang rajin beribadah (kepada para
malaikat): “Bawalah dia masuk ke dalam neraka.” Abu Hurairah– semoga
Allah meridhainya – berkomentar, “Demi Dzat yang jiwaku ada di
tangan-Nya, sungguh ia berkata dengan satu kalimat yang membinasakan
dunia dan akhiratnya.”(HR Abu Dawud).







Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “…Sekiranya tidaklah karena
karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak
seorangpun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan yang keji dan
mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan apa yang
dikehendaki-Nya…” (QS. An Nur : 21).







“…dan mereka berkata : Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki
kami kepada (jannah) ini, dan kami sekali-kali tidak akan mendapat
petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk..” (QS. Al A’raaf :
43).







Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Tidak ada satu
jiwapun dari kalian melainkan telah diketahui tempatnya, baik di surga
atau di neraka.” Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, lalu untuk apa kita
beramal? Mengapa kita tidak pasrah saja?” Beliau menjawab, “Tidak, tapi
beramallah! Karena setiap orang telah dimudahkan kepada apa yang telah
ditakdirkan untuknya.” (HR: Bukhari, (VII/212) dan Muslim, (VIII/47, no.
2647).







Hadits ini adalah sebagai dalil  dari apa yang telah disebutkan tadi.
Ia menunjukkan bahwa manusia itu diberi pilihan , yaitu berdasarkan
sabdanya: “Beramallah!” Serta menunjukkan bahwa dalam pilihannya
tersebut ia tidak keluar dari ketentuan Allah, berdasarkan sabdanya:
“Karena setiap orang telah dimudahkan kepada apa yang ditakdirkan
untuknya.” (Lihat kitab Al Iman bil Qadha’ wal Qadar, oleh Muhammad bin
Ibrahim al Hamd).







Mereka (Ahlu Sunah wal Jama’ah) meyakini bahwa Surga tidak wajib
untuk seseorang meskipun amalnya baik, kecuali jika Allah meliputinya
dengan karunia-Nya lalu ia memasukinya dengan rahmat-Nya. (Lihat Surat
An Nur : 21 diatas). Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Tidak
ada seorangpun yang dimasukkan ke dalam surga oleh amalnya.” Ditanyakan,
“Tidak juga engkau, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Tidak juga
aku, kecuali Rabb-ku meliputiku dengan rahmat-Nya.” (HR: Muslim no. 2816
(72), Shahih al Bukhari no. 5673 dan takhrij Syaikh al Albani dalam ash
Shahiihah no. 2602).







Ahlu Sunah tidak memastikan adzab bagi setiap orang yang memperoleh
ancaman –selain perkara yang menyebabkan kufur-. Karena mungkin Allah
akan mengampuninya dengan sebab ketaatan-ketaatan yang dilakukannya,
dengan taubat atau musibah-musibah dan penyakit-penyakit yang bisa
menghapuskan dosa-dosa. Allah Ta’ala berfirman: “Katakanlah, ‘Hai
hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri,
janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah
mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun
lagi Maha Penyayang.” (QS. Az Zumar: 53).






15.22 | 0 komentar | Read More
 
berita unik