Seorang sufi memanggil beberapa muridnya dan berkata, "Di kandang ada lima ekor ayam. Kamu berlima, ambillah setiap seorang satu ekor ayam dan sembelihlah di tempat yang tidak mungkin di lihat siapapun."
Kelima murid tersebut menurut saja dengan apa yang dikatakan gurunya, meskipun di dalam hati mereka bertanya-tanya untuk apa mereka harus memotong lima ekor ayam di tempat yang tersembunyi.
Tidak berapa lama kemudian, kelima muridnya kembali kepada gurunya dengan membawa lima ekor ayam yang telah di sembelih, kecuali satu muridnya yang termuda yang membawa ayamnya masih dalam keadaan segar bugar belum di sembelih.
Sang gurupun lalu bertanya dengan keras, "Mengapa tak kau turuti perintahku ?"
Dengan wajah keheranan si murid tersebut berkata, "Saya telah mematuhi perintah guru dengan tidak memotong hewan tersebut, apakah saya salah dengar ?"
"Bukankah kau kusuruh untuk memotong hewan tersebut di tempat yang tidak diketahui siapaun ?", kata sang guru.
Lalu si murid menjawab, "Itulah permasalahannya guru, saya sudah mencari-cari ke segala penjuru, namun tidak ada sejengkalpun di dunia ini yang tersembunyi dari pengawasan Allah. Karena itu saya tidak berani menyembelih ayam ini lantaran Allah pasti mengetahui perbuatan saya, guru."
Sang guru pun mengangguk-angguk gembira, karena muridnya yang satu ini telah memahami makna muraqobah yang sebenarnya. Yang berarti bahwa pengawasan Allah akan selalu melingkupi setiap perbuatan makhluk-Nya.
21.31 | 7
komentar | Read More