Welcome Guys

Pengikut

Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan

Hamba-Hamba Dewa Maya

Written By Ella on Kamis, 17 November 2011 | 10.59


Tak terasa malam semakin larut, jarum sang waktu telah merambat ke angka terbesarnya, denting lonceng sang waktu tak dihiraukannya. Dia masih saja terpaku di depan layar kotak 14 inch-nya, jari-jarinya nampak sibuk menekan tuts-tuts berabjad, sesekali dia gerakkan si tikus kecil berkabel di sampingnya, hmmh….3 jam berlalu serasa hanya beberapa menit saja baginya. Ah…apakah ada yang salah dari  dia, nampak lebih banyak waktu dia habiskan dalam kesendirian dan senyum tawanya disana, ada yang berubah dari dia, lelah nampak menggelayuti wajahnya, namun dia masih saja tak beranjak dari tempat duduknya. 










Apakah kini dia telah menjadi hamba-hamba..layar kaca, hamba-hamba dunia maya, sesekali dia nampak mendesah, ada sedikit rasa sesak yang nampak dari kilatan wajahnya. 







Sungguh bukan ini yang saya tahu dari apa yang dia mau, dia pernah berkata hanya ingin menyerahkan hidupnya pada sang Penciptanya, dia hanya ingin lebih banyak waktunya, di keheningan malamnya dalam kontemplasinya dengan Rabb-Nya, namun bisikan-bisikan syetan jiwanya serta daya tarik sang  dunia maya lebih membuat dia terpaku di depannya, memberatkan langkah  kakinya menuju altar dan bersujud di sajadah cinta sang khalik-nya.






10.59 | 0 komentar | Read More

Aisyah...oh ...Aisyah...

Written By Ella on Selasa, 16 November 2010 | 23.02

Beberapa waktu ini aku sudah banyak posting tentang hal-hal yang agak serius dan lumayan serius. Nah...untuk postingan kali ini saya cuma ingin berbagi cerita mengenai kelucuan dan kepolosan keponakan saya.
Nih...anak  namanya Aisyah, nama yang cantik seperti nama istri Rasulullah, tapi di rumah dan di lingkungan keluarga dia biasa di panggil Ais, umurnya kira-kira 4 tahun-nan lah.


Si Ais kecil mang paling seneng kalau diajak main ke tempatku, jadi nggak heran kalau si Ais kecil ini akrab sekali denganku. Biarpun aku secara silsilah keluarga, dia panggil aku "tante", tapi berhubung tantenya masih keliatan muda jadi nggak pantes kalau di panggil tante, maka nggak heran kalau ponakanku ini manggil aku "kak". (hi..hi...hi.., sok pede lagi ...)



Nah..suatu hari si Ais kecil main kerumahku, waktu itu aku kepikiran ingin mengajarkan dia tentang Tauhid sejak dini, tentunya dengan bahasa yang di mengerti sama anak-anak seusia dia. Aku ingin kelak dia menjadi anak yang sholihah dengan lebih mengenal Allah dan mencintai-Nya. 


Dan mulailah percakapan ringan sambil ngajak si Ais kecil main,  waktu itu aku tanya ke Ais : "Ais, Ais tahu tidak mata gunanya untuk apa?", dengan cedal Si Ais kecil menjawab, "Aku tahu kak, mata itu gunanya untuk melihat".


Lalu kemudian aku melanjutkan, "Nah..kalau telinga Ais tahu tidak gunanya untuk apa?", dengan lantang dan agak cedal si Ais menjawab, "Untuk mendengar...",. Trus aku melanjutkan tanya ke dia, "Ais tahu nggak, siapa yang menciptakan mata, telinga, hidung dan mulut Ais ?", dengan lantang pula si Ais menjawab, "Yang menciptakan itu Allah kak....". 


Sambil tersenyum aku menggumam, "pinter juga nih anak...".
Lalu aku kemudian bilang ke Ais, "Kalau begitu Allah itu baik ya..Ais, karena Dia yang menciptakan mata untuk kita bisa melihat, telinga untuk kita bisa mendengar, dan mulut agar kita bisa makan dan berbicara".


Ehhh....belum sempat aku menyelesaikan perkataanku, tiba-tiba si Ais kecil langsung menyahut, "Wah...kak ntar kalau Allah banyak berbuat baik, Allah pasti masuk surga ya..kak". kata Ais dengan polosnya.


Mendengar perkataan Ais, aku jadi nggak bisa tahan ketawaku, lalu kemudian aku bilang ke dia, "Ais...Allah itu yang punya surga, dan Allah berbuat baik kepada kita karena Allah itu Maha Pengasih dan Penyayang."


Setelah mendengar jawabanku si Ais kecil malah langsung ngeloyor pergi, dasar anak kecil.




23.02 | 2 komentar | Read More

Rahasia Kehidupan

Written By Ella on Minggu, 07 November 2010 | 12.41

Seorang anak bertanya kepada ibunya : “Mak, mengapa kita miskin ?”
Ibu anak itu berkata : "Hidup ini seperti jalan-jalan di dalam Supermarket, nak...,
Siapa yang membawa tiga coklat, ia akan membayar 3 coklat. Siapa yang hanya dapat satu coklat, ia membayar satu coklat, kita orang miskin tidak kebagian coklat itu nak. Sebab itu di pintu kasir kita tidak diperiksa."

"Orang miskin nanti, akan cepat pemeriksaannya di hari kiamat Sedangkan orang kaya, akan lambat pemeriksaannya", lanjut Mak nya.
“Iya mak” kata anak itu, “Aku percaya”.

“Tetapi kalau kita miskin, aku kan tidak bisa sekolah sampai perguruan tinggi.”
Berlinang air mata ibu itu mendengar keluh anaknya. Ia palingkan wajahnya dan bertanya di dalam hati: Mengapa ya, kita dilahirkan sebagai orang miskin ?


Lalu Si Ibu berkata : “Itu rahasia Tuhanmu nak...., kamu boleh berusaha dan berdo’a untuk merubahnya.”
“Tetapi ingatlah”.
Dan apabila kami beri nikmat kepada manusia Ia berpaling, ia jauhkan dirinya
Dan apabila kejahatan mengenai dia, adalah ia orang yang sangat putus asa.
(Al-Quran, surat Al-Isra’, ke 17 ayat 83)


Lalu si emak melanjutkan: "dan jika kelak kamu menjadi orang yang sukses, ingatlah akan ayat ini :
"Maka apabila manusia ditimpa bahaya ia menyeru Kami, kemudian apabila Kami berikan kepadanya nikmat dari Kami ia berkata: "Sesungguhnya aku diberi nikmat itu hanyalah karena kepintaranku". sebenarnya itu adalah ujian, tetapi kebanyakan mereka itu tidak mengetahui."

(Al-Quran, surat Az-Zumar, ke 39 ayat 49)


“Jadi apa rahasia kehidupan ini mak... ?” Tanya anak itu kepada ibunya.


Kata ibunya : “Rahasia Kehidupan yang pertama : Kita harus selalu bersyukur. Tidak membuang waktu. Kerjakan pekerjaan lain setelah selesai satu pekerjaan. Tidak ada istilah bersantai dalam hidup ini. Mereka yang bergerak, merekalah yang maju ke muka.”


12.41 | 9 komentar | Read More
 
berita unik