Welcome Guys

Pengikut

Diberdayakan oleh Blogger.

Membentuk Sikap

Written By Ella on Kamis, 04 November 2010 | 20.55

Membentuk sikap dan perilaku bukanlah suatu kerja singkat hanya dalam hitungan hari, minggu atau bulan, karakter yang baik tidak terbentuk setelah kita membaca buku-buku motivator, atau setelah kita mengikuti seminar-seminar yang semacam itu.
Membentuk sikap adalah bagai meneteskan air di atas batu, bukan melukis di atas air. Memerlukan waktu yang tidak singkat namun harus dilakukan secara berkesinambungan, sehingga batu akan berlubang oleh titisan air.

Memenuhi janji, berdispilin pada apa yang menjadi tugas dan kewajiban kita, melakukan apa yang kita ucapkan, berani berkata "tidak" pada apa yang bertentangan dengan prinsip dan keyakinan kita.

Ini hanyalah satu contoh kecil dari membangun karakter dimulai pada hal-hal yang remeh nampaknya, walaupun pada kenyataannya akan sangat sulit dilakukan jika kita tidak membiasakannya sejak sekarang.
20.55 | 1 komentar | Read More

Jika Bernafas Harus Membayar, Berapa Uang Yang Harus Dikeluarkan ?

Seorang asisten dosen di FMIPA-IPB, Syaefuddin mengatakan bahwa sekali bernafas, umumnya manusia memerlukan 0,5 liter udara. Jika perorang manusia bernafas 20 kali permenit, berarti udara yang dibutuhkan sebanyak 10 liter. Dalam sehari, setiap orang memerlukan 14.400 liter udara. Berapa nilai tersebut bila dirupiahkan?
Sebagaimana diketahui, udara yang dihirup manusia terdiri dari beragam gas, semisal oksigen dan nitrogen. Masing-masing, 20% dan 79%, mengisi udara yang ada di sekitar manusia. Jika perbandingan oksigen dan nitrogen dalam udara yang manusia hirup sama maka setiap kali bernafas manusia membutuhkan 100 ml oksigen dan 395 ml sisanya berupa nitrogen. Artinya, dalam sehari manusia menghirup 2880 liter oksigen dan 11.376 liter nitrogen.



Jika harga oksigen yang dijual saat ini adalah Rp 25.000 perliter dan biaya nitrogen perliternya Rp 9.950, maka setiap harinya manusia menghirup udara sekurang-kurangnya setara dengan Rp 176.652.165. Dengan kata lain, jika manusia diminta membayar sejumlah udara yang dihirup, berarti setiap bulannya ia harus menyediakan uang sebesar Rp 5,3 miliar. Dan dalam setahun, manusia dapat menghabiskan dana Rp 63,6 miliar hanya untuk bernafas.


Sungguh, Allah Maha Pemurah. Udara yang melimpah-ruah di alam adalah bukti kasih sayang-Nya yang luar biasa. Sekumpulan gas tersebut Allah berikan kepada kita secara cuma-cuma alias gratis! Tak sepeser pun kita dipungut oleh Allah SWT untuk membayar nikmat yang luar biasa itu. Lebih dari itu, Dia-lah Tuhan Yang mengurus kita siang-malam tanpa pernah meminta upah secuil pun. Mahabenar Allah Yang berfirman (yang artinya): Katakanlah, “Siapakah yang dapat memelihara kalian pada waktu malam dan siang hari selain Zat Yang Maha Pemurah?”(TQS Al-Anbiya’ [21]: 42).


Pertanyaannya: Sudahkah kita bersyukur atas semua itu? Sudah berapa miliar kali hamdalah kita ucapkan untuk-Nya? Sudah berapa lama kita luangkan waktu untuk beribadah dan ber-taqarrub kepada-Nya? Sudah berapa jauh kita menaati segala titah-Nya? Sudah berapa besar pengorbanan kita untuk agama-Nya? Sudah berapa banyak harta milik-Nya yang kita infakkan di jalan-Nya? 


Dikutip dari catatan Ust. Arif B Iskandar
14.48 | 2 komentar | Read More

Fatwa bagi Perempuan Saudi: Haram Bekerja Sebagai Kasir

Written By Ella on Rabu, 03 November 2010 | 20.58

Pupus sudah harapan wanita Arab Saudi untuk bisa bekerja di luar rumah sebagai kasir. Pada hari Senin Dewan Ulama Arab Saudi mengeluarkan fatwa yang mengatakan bahwa perempuan tidak diperbolehkan untuk bekerja sebagai kasir di supermarket.



"Perempuan tidak harus bekerja di tempat mereka juga harus melayani laki-laki. Wanita harus mencari pekerjaan yang tidak membuat mereka menjadi tertarik atau menarik laki-laki," kata fatwa yang dikeluarkan oleh Komite Kerja Ilmiah dan Ifta lembaga itu. Komite ini beroperasi di bawah Dewan Pakar Senior, yang bertanggung jawab untuk masalah Islam di kerajaan itu.




Putusan didukung oleh  Grand Mufti Abdul Aziz Al-Sheikh muncul untuk menanggapi permintaan pada Dewan agar wanita bisa bekerja sebagai kasir. Departemen Tenaga Kerja pada bulan Agustus memberikan izin pada  supermarket di kota Jeddah untuk mempekerjakan kasir perempuan, hal yang memicu kontroversi yang luas dalam kerajaan.



Sekelompok orang menyerukan boikot atas jaringan supermarket yang mempekerjakan perempuan sebagai kasir karena, katanya, itu adalah pelanggaran hukum Islam.



Sumber : Republika.co.id


Tanggapan saya :
Terlepas dari paham umum yang mengatakan bahwa di Saudi Arabia adalah dominan oleh Wahabi, namun jika kita kembalikan lagi ke syariat islam, memang begitulah adanya. Dan keberkahan serta kemakmuran suatu negeri berhubungan erat dengan seberapa jauh mreka mematuhi syariat-syariat Allah. Maka tidak heran jika Arab Saudi merupakan negeri yang penuh berkah, negeri yang makmur, yang jauh dari bencana-bencana sebagaimana kebalikannya dengan negeri kita yang mayoritas muslim tapi masih jauh pemahamannya tentang keislaman.
20.58 | 3 komentar | Read More
 
berita unik